Peneliti: Bukti Tak Dukung Penggunaan Ivermectin untuk Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:38 WIB
Peneliti: Bukti Tak Dukung Penggunaan Ivermectin untuk Pasien Covid-19
Ivermectin. [dokumentasi]

Suara.com - Ivermectin, obat yang digunakan untuk mengobati parasit seperti kudis pada manusia dan cacing usus pada sapi, diskrining pada tahun 2020 untuk melawan Covid-19. Tes laboratorium menyatakan adanya efek lemah pada virus SARS-CoV-2 dalam tabung reaksi tetapi tampaknya tidak layak pada manusia karena dosis yang dibutuhkan akan besar. 

Namun melansir dari Medical Xpress, uji coba awal kecil menemukan adanya efek Covid-19 pada penurunan risiko kematian.  Para peneliti dari proyek ini berkolaborasi dengan kelompok penyakit infeksi berbasis LSTM (CIDG) untuk melakukan tinjauan dalam basis data Cochrane dari ulasan sistematis.

Penelitian dilakukan  untuk mengeksplorasi efek ivermectin dalam mencegah dan mengobati infeksi Covid-19.

Penulis ulasan mencakup 14 uji coba terkontrol secara acak dengan 1678 peserta. Pengobatan pasien Covid-19 ringan hingga sedang diselidiki dalam 13 studi yang membandingkan ivermectin dengan plasebo atau tanpa perawatan selain perawatan biasa dalam lengan penelitian. 

Hanya satu penelitian yang menyelidiki pencegahan infeksi SARS-CoV-2 dan membandingkan Ivermectin tanpa perawatan. Tinjauan itu melihat efek ivermectin pada jumlah kematian, apakah kondisi pasien memperburuk atau membaik, dan efek yang tidak diinginkan.

Ivermectin.
Ivermectin.

Review Cochrane tidak dapat mengkonfirmasi apakah Ivermectin (dikelola di rumah sakit atau sebagai rawat jalan) dibandingkan dengan plasebo atau perawatan biasa, mengarah pada kematian yang lebih  banya atau lebih sedikit setelah satu bulan.

Studi juga tak membuktikan apakah ivermectin meningkatkan atau mengurangi keparah, dan tidak membuktikan adanya efe meningkatkan atau mengurangi percepatan tes covid-19 negatif. Demikian juga, ulasan tidak dapat mengkonfirmasi apakah ivermectin mencegah infeksi SARS-COV-2 atau mengurangi jumlah kematian setelah paparan berisiko tinggi.

"Kurangnya bukti kualitas yang baik tentang kemanjuran dan keselamatan ivermectin muncul dari penelitian yang sebagian besar terdiri dari RCT kecil, tidak cukup berkualitas, terbatas terkait dengan desain penelitian," ujar penulis utama pada ulasan, Maria POPP dan Stephanie Weibel.

"Bukti saat ini tidak mendukung penggunaan Ivermectin untuk mengobati atau mencegah Covid-19 kecuali mereka adalah bagian dari uji coba acak yang dirancang dengan baik," imbuhnya. 

baca juga

Paul Garner, editor koordinasi CIDG, mengatakan bahwa ulasan ini bagus dan berasal dari tim berpengalaman. 

"Penggunaan Ivermectin didorong oleh beberapa penelitian di mana ukuran efek untuk Ivermectin terus terang tidak kredibel," ujar Garner.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakes di Sergai Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri

Nakes di Sergai Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri

Sumut | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:36 WIB

Viral Warga Diusir Dari Kampung Karena Tak Mau Vaksin, Singgung Pelanggaran HAM

Viral Warga Diusir Dari Kampung Karena Tak Mau Vaksin, Singgung Pelanggaran HAM

Batam | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:26 WIB

Kasus Kematian Covid-19 Tinggi, Lahan Pemakaman di Pontianak Masih Aman

Kasus Kematian Covid-19 Tinggi, Lahan Pemakaman di Pontianak Masih Aman

Kalbar | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:25 WIB

Terkini

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:54 WIB

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:53 WIB

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

×