alexametrics

Presiden Israel Mulai Kampanye Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Presiden Israel Mulai Kampanye Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay/PhotoLizM)

Presiden Israel sendiri sudah suntik vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Suara.com - Akibat munculnya berbagai varian baru virus corona Covid-19 yang lebih menular, ahli memprediksi semua orang mungkin perlu suntik vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster.

Presiden Israel, Isaac Herzog pun sudah menerima suntik vaksin Covid-19 dosis ketiga dengan Pfizer pada Jumat (30/7/2021) kemarin. Isaac Herzog menerima suntikan vaksin booster ini sehari setelah muncul laporan bahwa Israel akan mulai menawarkan suntikan vaksin ketiga pada warganya yang berusia di atas 60 tahun.

Presiden Israel Isaac Herzog, menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga di Sheba Medical Center di Ramat Gan untuk memulai kampanye terbarunya mengenai suntikan vaksin booster tersebut.

Saat ini, Isaac Herzog sudah berusia 60 tahun. Sebelumnya, Israel telah menawarkan vaksin booster ini kepada orang dewasa yang dianggap berisiko.

Baca Juga: Ahli Temukan Perbedaan Gejala Virus Corona Covid-19 Antar Usia dan Jenis Kelamin

Sementara itu, Amerika Serikat sendiri belum menawarkan vaksin booster ini kepada warganya. Di samping. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan FDA sedang memberikan tanggapan mengenai Pfizer yang mengajukan penggunaan darurat untuk suntikan kedua vaksin Covid-19 miliknya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Saat itu, CDC dan FDA mengatakan orang-orang Amerika yang sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali tidak perlu mencari suntikan ketiga atau vaksin booster.

Namun, Dr Anthony Fauci nampaknya sudah membuka peluang bagi beberapa orang dewasa yang mungkin membutuhkan dan ingin mendapatkan vaksin booster.

Baru-baru ini, Pfizer jua merilis data yang menunjukkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga akan meningkatkan perlindungan kita terhadap varian virus corona yang beredar. Terlebih lagi, efisiensi vaksin Covid-19 dinilai akan menurun sekitar 84 persen setelah 6 bulan dari suntikan kedua dilakukan.

"Hal terpenting sekarang ini adalah kehidupan bisa kembali normal dan pandemi virus corona ini memang sangat menantang," kata Isaac dikutip dari Fox news.

Baca Juga: Alert! CDC Peringatkan Munculnya Varian Virus Corona yang Kebal Vaksinasi Covid-19

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennet, mengatakan Israel akan menjadi pelopor bagi negara lain dalam langkah menentukan suntikan vaksin booster bagi kelompok lansia 60 tahun ke atas.

Komentar