Ini Hal yang Harus Dilakukan Busui Positif Covid-19 Terkait Konsumsi Obat

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 04 Agustus 2021 | 09:56 WIB
Ini Hal yang Harus Dilakukan Busui Positif Covid-19 Terkait Konsumsi Obat
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - Ibu menyusui yang tengah terinfeksi Covid-19, aman untuk memberi ASI langsung kepada bayinya.

Dikatakan, konsumsi obat-obatan tertentu maupun vitamin selama masa perawatan medis tidak akan akan memengaruhi kualitas ASI atau air susu ibu.

Dokter spesialis anak dr. Dimple Gobind Nagrani mengingatkan, ibu menyusui harus memberi tahu dokter saat dirinya tengah sakit apapu, tak hanya Covid-19.

Dengan begitu dokter dapat menyesuaikan pemberian obat, agar ibu menyusui yang sedang sakit tetap dapat memberika ASI ke buah hati.

"Tentang obat-obatan ada beberapa yang misalnya anti-virus atau antibiotik itu ada beberapa yang boleh dan ada beberapa yang tidak boleh. Kemudian yang seringkali terjadi adalah obat untuk gejala batuk pilek, ada beberapa obat yang kandungannya menurunkan produksi ASI," jelas dokter Dimple dalam siaran langsung Instagram 'Pekan ASI' bersama Mother and Baby, beberapa hari lalu.

"Jadi semuanya harus benar-benar diomongin. Kalau ada yang sudah terkena Covid-19, itu harus banget diinformasikan kepada dokter yang sedang menangani bahwa 'saya lagi nyusuin ya, dok', supaya obat-obatannya bisa dipilih," imbuhnya.

Sementara untuk konsumsi dan berbagai makanan ataupun minuman ASI booster, prinsipnya tidak masalah dikonsumsi. Hanya saja, dokter Dimple mengingatkan agar ibu menyusui dilarang mengonsumsi apapun jenis arak, meskipun terbuat dari herbal.

"Kalau herbal kan banyak sekali dikonsumsi arak setelah melahirkan, itu yang gak boleh sama sekali. Kemudian yang dari alkohol, itu gak boleh sama sekali," ujar dokter Dimple.

Secara umum, ASI mengandung karbohidrat, protein, dan lemak yang diperlukan bayi. Selain itu, sejak awal masa menyusui juga, ibu sudah bisa berbagi antibodi dalam tubuhnya kepada anak.

baca juga

Karena itu, dokter Dimple menjelaskan, bayi yang baru lahir sangat penting harus segera mendapatkan ASI langsing dari payudara ibu. Tujuannya juga untuk memberika antibodi pertama bagi anak.

"Kita tahu di dalam rahim itu ruangan yang sangat steril, tidak ada bakteri, tidak ada virus. Tiba-tiba anak lahir di dunia banyak banget bakteri, virus. Jadi udah langsung dikasih amunisi, udah langsung dikasih senjata, antibodinya langsung dikasih," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 1.610 Pasien, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 820.365 Kasus

Tambah 1.610 Pasien, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 820.365 Kasus

Jakarta | Selasa, 03 Agustus 2021 | 22:29 WIB

65 Napi Terpapar Covid-19, Lapas Kelas IIA Tangerang Lockdown

65 Napi Terpapar Covid-19, Lapas Kelas IIA Tangerang Lockdown

Banten | Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:23 WIB

Terpapar Covid-19, Ini Cara Ibu Hamil Menyusui Anaknya

Terpapar Covid-19, Ini Cara Ibu Hamil Menyusui Anaknya

Jawa Tengah | Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:00 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×