alexametrics

Ilmuwan Ungkap Hubungan Seks 21 Kali Sebulan Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Ilmuwan Ungkap Hubungan Seks 21 Kali Sebulan Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat
Ilustrasi masturbasi, hubungan seks, ejakulasi (Shutterstock)

Hubungan seks atau masturbasi 21 kali sebulan bisa menurunkan risiko kanker prostat.

Suara.com - Hubungan seks tidak hanya mempengaruhi suasana hati hingga kesehatan tubuh. Para dokter menemukan pria yang ejakulasi melalui masturbasi maupun hubungan seks setidaknya 21 kali sebulan bisa menurunkan risiko kanker prostat hingga sepertiga.

Berawal dari sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa masturbasi maupun hubungan seks tidak hanya meningkatkan suasana hati, tetapi juga bisa membantu mencegah kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker yang paling umum pada pria. Sebanyak lebih dari 47 ribu pria didiagnosis kanker prostat setiap tahunnya.

Baru-baru ini, legenda Luton Town Mick Harford mengungkapkan bahwa dirinya sedang berjuang melawan kanker prostat dan akan menjalani radioterapi.

Baca Juga: Gejala Virus Corona dan Penyakit Musim Hujan Mirip, Ini Cara Membedakannya!

Bintang Friends James Michael Tyler juga mengungkapkan dirinya menderita kanker prostat stadium 4 dan mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah.

Perlu dipahami bahwa kanker prostat ini bisa menyerang semua pria, tetapi para dokter mengatakan pria yang lebih banyak ejakulasi cenderung lebih kecil risikonya menderita kanker prostat.

Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)
Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)

Karena itu, ejakulasi lebih sering bisa membantu Anda menjaga kesehatan. Para ahli melalui studi yang dipublikasikan di European Urology ini pun mengatakan pentingnya memahami manfaat ejakulasi.

Para ilmuwan AS melihat data dari 31.925 pria yang mengalami ejakulasi bulanan. Mereka menemukan bahwa pria yang memiliki frekuensi ejakulasi lebih tinggi kecil risikonya menderita kanker prostat, dibandingkan mereka yang jarang ejakulasi.

"Temuan ini memberikan bukti tambahan tentang pentingnya ejakulasi yang lebih sering semasa dewasa dalam etiologi kanker prostat, terutama untuk penyakit yang berisiko rendah," jelas para ilmuwan dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Ahli Temukan Perbedaan Gejala Virus Corona Covid-19 Antar Usia dan Jenis Kelamin

Bagi mereka yang berpartisipasi dalam penelitian, frekuensi ejakulasi bulanan rata-rata dinilai pada tiga titik waktu, yakni usia 20-29 tahun, usia 40-49 tahun dan tahun sebelum penyebaran kuesioner pada 2015.

Komentar