Sakit Kepala Termasuk Gejala Covid-19, Begini Cara Bedakan dengan Nyeri Biasa

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 18:45 WIB
Sakit Kepala Termasuk Gejala Covid-19, Begini Cara Bedakan dengan Nyeri Biasa
Ilustrasi sakit kepala lama menatap komputer. (Shutterstock)

Suara.com - Selain alami gangguan pernapasan, beberapa pasien Covid-19 juga bisa alami gejala sakit kepala. Secara umum, sakit kepala akubat Covid-19 hampir serupa dengan sakit kepala biasa. 

Dokter spesialis syaraf dr. Alvin Rahmawati, Sp.S., mengatakan, sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan perbedaan sakit kepala biasa dengan yang disebabkan karena infeksi Covid-19. Namun, untuk memastikan sakit kepala disebabkan karena infeksi Covid-19, biasanya harus diikuti dengan gejala lain.  

"Nyeri kepala terkait covid tidak pernah punya satu gejala saja. Tetapi biasanya disertai dengan gejala infeksi corona lain. Misalnya ada demam dan batuk, ada sesak napas, dan yang paling sering nyeri kepala ini disertai dengan anosmia. Ini biasanya bisa dibilang nyeri kepala itu terkait dengan covid," kata dokter Alvin dalam siaran langsung radio kesehatan Kementerian Kesehatan, Jumat (6/8/2021).

Pada beberapa kasus, sakit kepala akibat Covid-19 juga berlangsung lebih lama dan tidak terlalu mempan dengan obat paracetamol pereda nyeri biasa. Dokter Alvin menambahkan, beberapa pasien bahkan mengeluhkan sakit kepala tetap terasa meski telah sembuh dari infeksi.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

"Akan menetap selama dua minggu, ini yang disebut dengan gejala long covid. Tidak terlalu bagus dengan obat anti nyeri, tidak hilang hanya sedikit berkurang. Dan umumnya dirasakan di hampir seluruh bagian kepala," paparnya.

Meski begitu, gejala sakit kepala pada setiap pasien Covid-19 sangat beragam. Tergantung dari kondisi juga tingkat derajat gejala pada setiap pasien. 

Dokter Alvin menyarankan, masyarakat harus lebih waspada jika mengalami sakit kepala lebih dari 32 jam. Terutama jika diikuti pula dengan gejala lain khas Covid-19. Seperti demam, sesak napas, dan anosmia atau hilang indera penciuman dan pengecap.

"Sejak pandemi ini, kasus nyeri kepala meningkat 5 kali lipat. Jadi kita harus waspada nyeri kepala yang kita derita apakah nyeri kepala biasa ataukah nyeri kepala disertai Covid-19 atau nyeri kepala karena infeksi lainnya. Kalau nyeri kepala yang disertai Covid-19 merupakan salah satu tanda komplikasi dari virus corona ke otak. Jadi kita harus waspada," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 6 Agustus: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 39.532 Kasus, 48.832 Orang Sembuh

Update 6 Agustus: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 39.532 Kasus, 48.832 Orang Sembuh

News | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:55 WIB

Masyarakat Tionghoa Salurkan Bantuan COVID 19 Rp 2 Miliar, Kapolda Sumsel: Akidi Effect

Masyarakat Tionghoa Salurkan Bantuan COVID 19 Rp 2 Miliar, Kapolda Sumsel: Akidi Effect

Sumsel | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:54 WIB

Siapkan 1.300 Dosis Vaksin Covid-19, Perusahaan Kalla Group Buka Rekrutmen 100 Relawan

Siapkan 1.300 Dosis Vaksin Covid-19, Perusahaan Kalla Group Buka Rekrutmen 100 Relawan

Sulsel | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:49 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB