alexametrics

Bagi Lansia, Vaksin TB di Masa Lalu Mungkin Bisa Lindungi dari Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Bagi Lansia, Vaksin TB di Masa Lalu Mungkin Bisa Lindungi dari Covid-19

Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan vaksin TB melindungi dari Covid-19.

Suara.com - Studi baru menemukan bukti yang menunjukkan bahwa vaksin lama yang digunakan untuk mengurangi ancaman tuberkulosis (TB) dapat memberikan perlindungan kepada orang tua terhadap Covid-19. Penelitian tersebut disusun oleh tim dari CMR-National Institute for Research in Tuberculosis dan ICMR-National Institute of Epidemiology.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian yang diterbitkan pada jurnal Science Advances menjelaskan bahwa studi mereka tentang vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) sebagai tindakan pencegahan yang mungkin berefek terhadap pencegahan Covid-19 pada orang tua. 

Seperti yang dicatat Valerie Koeken dari Radboud University Medical Center, seiring bertambahnya usia, mereka cenderung mengembangkan peradangan kronis tingkat rendah yang membuat mereka lebih rentan terhadap banyak jenis penyakit. 

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan gejala penyakit seperti Covid-19 yang sebagian menjelaskan mengapa orang tua orang jauh lebih mungkin meninggal karena infeksi semacam itu. Dalam upaya baru ini, para peneliti mengambil pandangan baru pada vaksin lama untuk mengetahui apakah vaksin itu terbukti bermanfaat bagi orang tua yang tidak divaksinasi.

Baca Juga: Perjuangan Donggala Atasi Pandemi Covid-19 di Tengah Keterbatasan

Penelitian ini melibatkan vaksinasi 82 sukarelawan antara usia 60 hingga 80 dengan vaksin BCG, lalu mempelajari sampel darah yang diambil sebulan kemudian. Dalam menganalisis sampel, para peneliti menemukan penurunan beberapa sitokin yang telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan: IL-6, interferon tipe 1, interleukin-2 (IL-2) dan TNF-alpha GM-CSF. 

Ilustrasi vaksin (pexels.com)
Ilustrasi vaksin (pexels.com)

Tingkat sitokin yang sama juga ditemukan lebih rendah daripada kelompok kontrol sukarelawan yang tidak divaksinasi.

Para peneliti menemukan bahwa relawan yang divaksinasi BCG juga memiliki kadar beberapa kemokin yang lebih rendah, seperti matriks metaloproteinase dan protein fase, yang keduanya juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan.

Para peneliti mencatat bahwa banyak sitokin yang berkurang pada sukarelawan BCG telah diidentifikasi sebagai pendorong Covid-19 yang lebih parah yang juga mereka catat menunjukkan bahwa vaksin BCG mungkin terbukti berguna sebagai tindakan pencegahan untuk orang tua yang menunggu vaksinasi. 

Baca Juga: ONS: Statistik Ungkap Puluhan Ribu Anak di Inggris Mengalami Long Covid

Komentar