Kemenkes Rusia Disebut Ceroboh Kasih Izin Vaksin Sputnik V yang Belum Selesai Uji Klinis

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:50 WIB
Kemenkes Rusia Disebut Ceroboh Kasih Izin Vaksin Sputnik V yang Belum Selesai Uji Klinis
Vaksin Sputnik V milik Rusia. (Anadolu Agency/Sefa Karacan)

Suara.com - Tindakan Kementerian Kesehatan Rusia yang menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V memicu kekhawatiran global. Rusia menyetujui vaksin lokalnya itu meskipun penelitian baru dilakukan kurang dari dua bulan dan belum melewati uji klinis fase 3 atau uji coba vaksin pada skala ribuan peserta.

Banyak ahli penyakit menular di dunia menyebut, Rusia justru melakukan langkah ceroboh. 

Seorang spesialis penelitian obat di Sekolah Bisnis Warwick Inggris Ayfer Ali mengatakan, persetujuan yang terlalu cepat itu bisa memunculkan potensi efek samping vaksin yang tidak terdeteksi. 

"Ini, meski jarang terjadi, tapi bisa serius," kata Ali dikutip dari Channel News Asia.

Vaksin Sputnik V (Moscow Times)
Vaksin Sputnik V (Moscow Times)

Dokter di Rumah Sakit Universitas Jerman di Tuebingen, Peter Kremsner, menyebut langkah Rusia sembrono. Ia mengatakan bahwa uji klinis fase 3 dalam pengembangan vaksin sangat penting.

"Biasanya Anda membutuhkan sejumlah besar orang untuk diuji sebelum Anda menyetujui vaksin. Saya pikir itu sembrono, jika banyak orang belum diuji," ucapnya.

Para ahli mengatakan, kurangnya data yang dipublikasikan tentang vaksin Rusia, termasuk bagaimana vaksin itu dibuat dan perincian tentang keamanan, respons kekebalan, dan apakah dapat mencegah infeksi Covid-19, membuat para ilmuwan, otoritas kesehatan, dan publik tidak mengetahuinya.

“Tidak mungkin untuk mengetahui apakah vaksin Rusia telah terbukti efektif tanpa menyerahkan makalah ilmiah untuk dianalisis,” kata epidemiologi penyakit menular di Universitas Nottingham Inggris Keith Neal.

Sementara itu, presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow tersebut telah dinyatakan aman. Putin bahkan menyebut, ia telah menyuntikkan vaksin Sputnik V itu kepada salah satu putrinya.

baca juga

"Saya tahu itu bekerja cukup efektif, membentuk kekebalan yang kuat, dan saya ulangi, itu telah melewati semua pemeriksaan yang diperlukan," kata Putin lewat televisi pemerintah.

Ia menyadari bahwa vaksinasi massal menggunakan vaksin yang diuji secara tidak benar memang tindakan tidak etis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jubir Luhut Klaim Laporan Data Kematian Covid-19 Kerap Dicicil, jadi Kurang Update

Jubir Luhut Klaim Laporan Data Kematian Covid-19 Kerap Dicicil, jadi Kurang Update

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:59 WIB

Bukan Vaksin Covid-19, Viral Perawat Anti Vaksin Justru Suntik Ribuan Air Garam

Bukan Vaksin Covid-19, Viral Perawat Anti Vaksin Justru Suntik Ribuan Air Garam

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:44 WIB

Polemik soal Data Kematian, Luhut: Bukan Dihapus, Hanya Tak Dipakai Sementara karena...

Polemik soal Data Kematian, Luhut: Bukan Dihapus, Hanya Tak Dipakai Sementara karena...

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:36 WIB

Terkini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 07:48 WIB

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:43 WIB

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:40 WIB

×