Kasus Covid-19 Baru dan Kematian Menurun, PPKM Diperpanjang atau Tidak?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Agustus 2021 | 18:33 WIB
Kasus Covid-19 Baru dan Kematian Menurun, PPKM Diperpanjang atau Tidak?
Antrean pengendara mengular saat melintas di pos penyekatan PPKM di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Menjelang keputusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) kasus Covid-19 terbaru di Indonesia menurun menjadi 9.604 positif dan jumlah yang meninggal 842.

Tentunya ini menjadi pertanyaan, apakah situasi ini membuat PPKM diperpanjang atau tidak. Menjawab hal tersebut, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman meminta masyarakat dan pemerintah untuk tidak cepat puas.

"Pertama ingin saya tegaskan bahwa gelombang serangan delta belum selesai belum berakhir, masa krisis masih ada, bahwa kita sudah melampaui puncak untuk jawa bali iya, tapi belum selesai masa krisis ini," ujar Dicky saat dihubungi Suara.com, Senin, (23/8/2021).

Ia melanjutkan bahwa masa depan dari kurva epidemiologi saat ini ditentukan oleh manusia, dan juga intervensi perilaku yang dilakukan termasuk 5M dan 3T serta vaksinasi.

Ilustrasi PPKM level 4 (Kolase foto)
Ilustrasi PPKM level 4 (Kolase foto)

"PPKM ini iya ada dampaknya mencegah skenario terburuk, tapi belum mengubah skenario yang saat ini, itu pun banyak kasus yang tidak terdeteksi, bahkan sehari 50 ribu kasus tidak terdeteksi," ujar Dicky. 

Ia menjelaskan, jika kasus tersebut tidak segera ditemukan, justru berpotensi menjadi penyebaran varian delta dan bukan tidak mungkin menciptakan varian baru yang lebih super. 

Ini kalau diteruskan banyaak dan ini tidak berhenti di situ saja karena kasus kasus yang tidak rrterdeteksi akan terus menjadi penyebab, terjadinya klaster lain, terjadinya penyebaran dari delta varian dan akan menimbulkan lonjakan lain, selain potensi varian baru yang lebih super.

"Ingat mayoritas penduduk di Indonesia masih rawan, dan data selama PPKM  ini menunjukkan cased fatality rate meningkat 4,14 persen, dan bahkan di tengah respon kapasitas 3T yang menurun tes per 1000 menurun, ini hanya 0,4, menurun di tengah situasi saat ini untuk menemukan kasus terkonfirmasi kasus hanya 4 sampai 45 orang ketemu" ujar Dicky.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tingkat angka kasus positif di Indonesai masih tinggi. Menurutnya situasi ini masih berbahaya jika terjadi pelonggaran yang tidak terukur.

baca juga

"Ini berbahaya adanya pelonggaran yang tidak terukur, ada  pelonggaran yang berlebihan tidak didasarkan data epidemiologi setempat itu membuat potensi lonjakan lagi, dan apabila juga melihat angka kematian.

"Jadi kalau melihat angka kematian selain positivity rate, ini belum belum bisa melakukan napas lega. Belum bisa dilonggarkan. Bahwa bisa tapi satu level tapi harus terukur, ya kalau di satu aspek 50 persen dulu semua 50 persen, jangan di sini 50 persen di sana 100 persen itu tidak akan saling menunjang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu: Menyediakan Stok Vaksin Bukan Tugas yang Mudah

Kemenkeu: Menyediakan Stok Vaksin Bukan Tugas yang Mudah

Bisnis | Senin, 23 Agustus 2021 | 18:04 WIB

Siap-siap, Masuk Angkringan di DIY Harus Scan Peduli Lindungi

Siap-siap, Masuk Angkringan di DIY Harus Scan Peduli Lindungi

Jogja | Senin, 23 Agustus 2021 | 18:25 WIB

PPKM Level 4 Tunjukkan Hasil, Presentase BOR di RS Jogja Turun Drastis

PPKM Level 4 Tunjukkan Hasil, Presentase BOR di RS Jogja Turun Drastis

Jogja | Senin, 23 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali

Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali

News | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Kopdes Merah Putih Mulai Operasi Oktober, Manajer Sudah Siap

Kopdes Merah Putih Mulai Operasi Oktober, Manajer Sudah Siap

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:23 WIB

Eugenia Diva Sumbang Perunggu, Indonesia Koleksi 6 Medali di Asian Games 2026

Eugenia Diva Sumbang Perunggu, Indonesia Koleksi 6 Medali di Asian Games 2026

Foto | Senin, 21 September 2026 | 18:22 WIB

Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!

Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:21 WIB

Bukan Kasus Kekerasan Seksual, Polisi Tegaskan Betrand Peto Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan

Bukan Kasus Kekerasan Seksual, Polisi Tegaskan Betrand Peto Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan

News | Senin, 21 September 2026 | 18:20 WIB

12 Pilihan Pompa Air Panasonic untuk Berbagai Kebutuhan, Mulai Rp900 Ribuan

12 Pilihan Pompa Air Panasonic untuk Berbagai Kebutuhan, Mulai Rp900 Ribuan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 18:20 WIB

Langgar Keimigrasian, Wanita asal Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Langgar Keimigrasian, Wanita asal Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 18:19 WIB

Bisingnya Knalpot RX King: Mempertanyakan Ulang 'Hak Atas Kota' Warga Jogja

Bisingnya Knalpot RX King: Mempertanyakan Ulang 'Hak Atas Kota' Warga Jogja

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:18 WIB

Bagaimana Cara Edit Background Foto Jadi Keren Tanpa Aplikasi? Ini 4 Trik Praktisnya

Bagaimana Cara Edit Background Foto Jadi Keren Tanpa Aplikasi? Ini 4 Trik Praktisnya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 18:15 WIB

×