Persi Ungkap Sebab Harga Tes PCR Covid-19 Bisa Berbeda di Rumah Sakit

Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:25 WIB
Persi Ungkap Sebab Harga Tes PCR Covid-19 Bisa Berbeda di Rumah Sakit
Ilustrasi tes PCR. (Elements Envato)

Suara.com - Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) mengakui masih ada kemungkinan perbedaan harga tes PCR Covid-19 diberbagai laboratorium. 

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menetapkan tarif tertinggi tes PCR sebesar Rp 495 ribu untuk pulau Jawa-Bali dan Rp 525 ribu khusus luar Jawa-Bali.

Sekjen Persi dr. Lia G. Partakusuma mengatakan, ada kemungkinan harga tes PCR tidak seragam. Terutama pada laboratorium bukan anggota Persi, tetapi kebanyakan baru didirikan khusus untuk melakukan pemeriksaan PCR.

"Jumlah tes kami yang di rumah sakit ini tidak beribu-ribu, banyak sekali seperti yang dilakukan hanya khusus laboratorium PCR. Itu juga yang akan membuat harga PCR mungkin berbeda," kata dokter Lia dalam dialog virtual Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (25/8/2021). 

Salah satu pegawai Laboratorium Healthway Indonesia menunjukkan harga terbaru PCR yang mengikuti aturan Kemenkes yang diberlakukan sejak 18 Agustus ditemui di kantornya, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (19/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]
Salah satu pegawai Laboratorium Healthway Indonesia menunjukkan harga terbaru PCR yang mengikuti aturan Kemenkes yang diberlakukan sejak 18 Agustus ditemui di kantornya, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (19/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Dokter Lia menambahkan, biasanya laboratorium mandiri bisa mendapatkan harga beli reagen tes PCR lebih murah karena membeli dalam jumlah banyak. Sehingga harga PCR yang diberlakukan kepada masyarakat juga bisa lebih murah.

"Sementara kami yang di Persi, rumah sakit yang sudah lama biasanya hanya membeli 1 atau 2 kit. Bahkan ada juga kami bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan, tetapi itu tidak kami jual. Kami menggunakan laboratorium besar ini yang disumbangkan oleh pemerintah hanya untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit untuk pasien," ucapnya.

Perbedaan tersebut, menurut dokter Lia yang harus menjadi dasar dari perbedaan harga tes PCR Covid-19. Ia meminta masyarakat tidak menyamaratakan laboratorium mandiri dengan laboratorium Rumah Sakit di bawah naungan Persi.

Meski begitu, ia menekankan bahwa dari 796 anggota Persi, setengahnya memiliki laboratorium yang memberikan pelayanan tes PCR dan hampir seluruhnya menerapkan batas harga tertinggi sesuai arahan Kemenkes.

Baca Juga: Ini Alasan WHO Menentang Negara yang Memberikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI