alexametrics

Berapa Biaya Operasi Saraf Kejepit di Eka Hospital?

Fabiola Febrinastri
Berapa Biaya Operasi Saraf Kejepit di Eka Hospital?
Ilustrasi penanganan saraf terjepit. (Dok: Eka Hospital)

Dalam istilah medis, saraf terjepit biasa disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP).

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan nyeri hebat di area punggung seperti ditusuk-tusuk jarum? Apakah kondisi ini diperburuk saat Anda berusaha untuk meregangkan otot dan memutar kepala?

Jika kedua gejala tersebut sering Anda alami, bisa jadi Anda mengidap saraf terjepit. Apa itu saraf terjepit? Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Apakah pengidap saraf terjepit perlu dioperasi?

Temukan jawabannya bersama Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine, Chairman Gatam Institute Eka Hospital.

Dalam istilah medis, saraf terjepit biasa disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Umumnya, HNP ditandai dengan kondisi saraf yang tertekan (terjepit) oleh bagian sekitarnya dan akan menimbulkan rasa nyeri seperti tusukan jarum yang terjadi di area tulang belakang (lumbal) dan leher (cervical). Beragam faktor menjadi penyebab terjadinya saraf terjepit, misalnya faktor genetik dan usia.

Baca Juga: Lebih Akurat, Operasi Tulang Belakang Menggunakan Robot Navigasi Eka Hospital

Pada usia produktif 25-40 tahun, banyak sekali keluhan di daerah pinggang yang tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia, tapi juga pekerja muda yang sering menghabiskan waktunya dengan duduk selama berjam-jam.

dr. Luthfi menjelaskan, penanganan awal pada saraf terjepit umumnya diatasi secara konservatif dengan metode tanpa operasi, seperti istirahat, fisioterapi, hingga konsumsi obat dengan pengawasan dokter. Namun, ada batasan waktu dari penanganan konservatif tersebut. Jika kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan, perlu dilakukan tindakan lanjutan, salah satunya operasi.

Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini tindakan operasi pada pasien saraf terjepit mengarah pada tindakan minimal invasive yang aman dan ditandai dengan operasi minim sayatan serta metode endoskopi yang biasa disebut Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk tulang belakang dan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompresion (PECD) untuk leher.

PELD adalah penanganan pasien saraf terjepit dengan tingkat kesembuhan di atas 98%, yang dengan sayatan hanya sekitar 8 mlimeter. Pengerjaannya dilakukan dengan bantuan tabung berukuran sangat kecil dibantu dengan kamera definisi tinggi (disebut endoskop) untuk penglihatan. Melalui lensa dan monitor, saraf pasien dapat terlihat dengan jelas dan terhindar dari cedera yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat ataupun risiko kelumpuhan.

PELD dapat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat, sehingga pasien hanya perlu dirawat 2-3 hari dan bisa melakukan aktivitas normal setelahnya. Sedangkan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD) umumnya dilakukan mulai dari depan leher (anterior) ataupun dari belakang leher (posterior) tergantung lokasi tonjolan bantalan sendi.

Baca Juga: Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Sama seperti PELD, teknik ini juga memiliki keunggulan karena minim sayatan dan sangat akurat, karena menggunakan kamera endoskopi. Manfaat lain yang dirasakan pasien melalui metode PELD dan PECD adalah tingkat trauma pasca operasi yang sangat rendah, penyembuhan yang singkat dan terhindar dari risiko infeksi.

Komentar