Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea

Fabiola Febrinastri

Selasa, 27 Juli 2021 | 09:00 WIB
Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea
dr Ricky Hutapea Sp.OT (K). (Dok: Eka Hospital)

Suara.com - Pernahkah Anda mengeluhkan kondisi nyeri lutut?

Apa itu pengapuran sendi?
dr Ricky Hutapea Sp.OT (K), Spesialis Orthopedi Konsultan Hip and
Knee dari  Eka Hospital mengatakan, penyakit pengapuran sendi dikenal dengan osteoartritis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah pengapuran adalah pengerasan karena terbentuknya garam kalsium pada jaringan daging, tulang, atau gigi. Pengapuran sendi bagi orang awam sering disalahartikan sebagai adanya suatu zat kapur pada sendi.

Padahal arti dari istilah pengapuran sendi tersebut melenceng jauh dari zat kapur pada sendi. Menurut dr Ricky, osteo berarti tulang, artikulasi berarti sendi, dan itis berarti ada peradangan. Jadi osteoartritis berarti adanya peradangan pada sendi dan tulang di sekitarnya, yang menimbulkan nyeri, kaku dan bengkak.

Menurut dr Ricky, osteoartritis merupakan jenis arthritis lutut yang sering ditemukan dan paling sering terjadi pada seseorang dengan usia 50 tahun ke atas, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia lebih muda. dr Ricky menegaskan, osteoartritis dapat mempengaruhi kualitas hidup di seluruh dunia, seiring dengan bertambahnya masalah obesitas dan usia.

Gejala pengapuran sendi
Gejala yang umum dialami oleh pengidap osteoartritis meliputi:
• Nyeri di persendian yang dirasakan selama atau setelah beraktivitas;
• Rasa kaku pada sendi di pagi hari yang membuatnya sulit digerakkan;
• Muncul tonjolan tulang yang keras dan tajam di sekitaran sendi;
• Pembengkakakan pada area sendi;
• Pelemahan otot di sekitar sendi;

Hal lain yang dapat terjadi adalah perubahan bentuk tungkai kaki O atau kaki X dan bunyi sendi saat ditekuk-luruskan akibat pergesekan permukaan sendi yang tidak rata. Kelemahan otot yang terjadi juga dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk beranjak dari duduk, berjalan, atau naik tangga,

Faktor risiko osteoartritis
Faktor risiko mayor dari osteoartritis adalah usia, obesitas, trauma sendi, beban kerja berat. Faktor-faktor resiko osteoartritis dapat dikategorikan ke dalam faktor resiko sistemik (usia, jenis kelamin, genetik, dan overweight), dan faktor biomekanik lokal (cidera sendi, malalignment, dan kelemahan otot). Penuaan atau usia merupakan faktor utama pada kondisi osteoartritis.

Dampak obesitas terhadap osteoartritis adalah melalui penyaluran beban berlebih pada sendi, sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan tulang rawan sendi. Obesitas bukan hanya mempengaruhi osteoartritis melalui proses mekanikal beban, melainkan juga melalui jalur metabolik.

baca juga

Penanganan osteoartritis
dr Ricky memaparkan, diagnosis osteoarthritis dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan xray, serta tingkat keparahan akan dinilai dari berkurangnya celah sendi. Setelah itu, secara garis besar penanganan osteoartritis dapat dibagi ke dalam 2 kelompok besar yaitu non operasi dengan cara edukasi, penggunaan alat bantu berjalan, terapi ice & heat, terapi manual seperti taping dan electrotherapy, latihan fisik seperti penguatan dan peregangan otot, terapi simtomatis, juga penggunaan obat minum.

Di sisi lain, dr Ricky menjelaskan penanganan lainnya secara operasi yang diformulasikan seakurat mungkin untuk mengidentifikasi masalah tiap individu dan diperhitungkan secara matang, sehingga selepas itu pasien dapat melanjutkan terapi untuk mengontrol nyeri dan mengembalikan fungsi sendi lutut.

Tujuan utama dan terpenting dari penanganan osteoarthritis adalah mengendalikan nyeri dan memperbaiki fungsi sendi lutut. Penanganan osteoartritis tidak selalu dengan cara operasi. Tata laksana osteoartritis harus didasarkan pada evaluasi riwayat pasien secara menyeluruh, pemeriksaan fisik lengkap, dan pemeriksaan radiologis yang sesuai.

Nyeri sendi pada lutut merupakan masalah yang sering terjadi dan merupakan penyebab disabilitas kronik pada kelompok orang berumur. Gejala OA meliputi gangguan fungsi signifikan, dan juga gejala serta tanda peradangan seperti nyeri, bengkak dan hilangnya mobilitas.

Bila mengalami gejala di atas, segera temui dokter spesialis agar dapat penanganan yang tepat untuk mengembalikan kualitas hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Health | Senin, 19 Juli 2021 | 09:58 WIB

Mengenal Lebih Jauh tentang Virus Covid-19 Varian Delta

Mengenal Lebih Jauh tentang Virus Covid-19 Varian Delta

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 09:38 WIB

Temuan Litbangkes, Ini Jamu untuk Atasi Radang Sendi

Temuan Litbangkes, Ini Jamu untuk Atasi Radang Sendi

Health | Rabu, 14 Juli 2021 | 06:09 WIB

Wajib Waspada, Makan Buah Ini Bisa Memperburuk Radang Sendi

Wajib Waspada, Makan Buah Ini Bisa Memperburuk Radang Sendi

Health | Kamis, 08 Juli 2021 | 16:53 WIB

Kapan Karyawan Boleh Kerja Usai Positif Covid-19? Eka Hospital: Isoman 13 Hari Sudah Aman

Kapan Karyawan Boleh Kerja Usai Positif Covid-19? Eka Hospital: Isoman 13 Hari Sudah Aman

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 14:15 WIB

Eka Hospital Gandeng SehatQ dan Alodokter untuk Mudahkan Pasien di Masa Pandemi

Eka Hospital Gandeng SehatQ dan Alodokter untuk Mudahkan Pasien di Masa Pandemi

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 15:47 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×