Pasang Alat Pacu Jantung, Bagaimana Cara Kerjanya?

Fabiola Febrinastri

Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:27 WIB
Pasang Alat Pacu Jantung, Bagaimana Cara Kerjanya?
Ilustrasi memasang alat pacu jantung. (Dok: Eka Hospital)

Suara.com - Banyak jenis gangguan jantung yang dapat terjadi, salah satunya adalah ketika jantung berdenyut terlalu pelan dari batas normal. Cara menangani gangguan jantung pun beragam, mulai dari tindakan minimal invasif hingga operasi, salah satunya adalah pemasangan alat pacu jantung.

Mari kenali lebih dalam bagaimana cara kerja alat pacu jantung ini bersama dr. Ignatius Yansen, Sp.JP (K) FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dan Konsultan Kardiologi Intervensi Eka Hospital BSD.

Bagaimana jantung bekerja?
Jantung adalah organ sebesar kepalan tangan yang bertugas sebagai pompa. Selama 24 jam, jantung akan memompa darah ke seluruh organ di tubuh untuk memberikan oksigen dan makanan yang diperlukan oleh tubuh. Jantung adalah organ yang tidak pernah berhenti bekerja sejak usia janin 4 minggu sampai kita menghembuskan nafas terakhir.

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jantung bekerja? Jantung adalah organ yang spesial, karena memiliki instalasi listrik sendiri. Ada sekelompok sel di serambi kanan yang berfungsi sebagai generator yang membuat jantung berdenyut 60-100 kali per menit dalam keadaan istirahat dan rata-rata denyut jantung per hari adalah 100.000 kali dalam 24 jam.

Impuls listrik dari generator ini akan dialirkan melalui jalur-jalur listrik, sehingga seluruh jantung nantinya akan berdenyut secara terkoordinir untuk memompakan darah yang kaya oksigen ke organ-organ di seluruh tubuh.

Kapan alat pacu jantung dibutuhkan?
dr. Yansen memaparkan, dengan bertambahnya usia, maka akan terjadi penurunan kualitas dari generator dan saluran listrik yang bertugas menghantarkan impuls listrik. Hal ini menyebabkan denyut jantung akan semakin pelan, di bawah 60 kali per menit.

Apabila gangguan ini cukup berat maka denyut nadi akan sangat pelan dan jantung tidak mampu memompa darah ke organ-organ vital di tubuh, sehingga akan menimbulkan gejala pada penderitanya seperti cepat lelah, pusing, dan jatuh pingsan. Pada kasus yang lebih berat, keluhan dapat berupa nyeri dada, sesak napas, hingga stroke.

Apabila hal tersebut terjadi maka diperlukan alat bantu yang disebut alat pacu jantung. Alat pacu jantung terdiri dari generator (ditanam di bawah kulit dinding dada) dan lead atau kabel (penghantar listrik dari generator ke jantung), yang membantu jantung pasien kembali berdenyut dengan normal. Proses pemasangan alat pacu jantung ini dikerjakan di ruangan khusus, yaitu ruangan kateterisasi jantung dengan bantuan alat fluoroskopi untuk memastikan lokasi dan penempatan dari generator dan lead.

Tindakan ini merupakan tindakan minimal invasif dan sebagian besar dikerjakan dengan bius lokal di daerah dinding dada sebelah kanan atau kiri.

Lebih lanjut dr Yansen menjelaskan, alat pacu jantung dapat bertahan 8-15 tahun tergantung dari pemakaian. Alat ini berfungsi sebagai cadangan bila denyut jantung terlalu pelan, sedangkan bila denyut jantung dalam keadaaan normal alat ini tidak akan bekerja. Maka dari itu, baterai generator akan lebih cepat habis pada pasien yang bergantung sepenuhnya pada alat ini dan baterai harus diganti.

Walaupun umumnya kelainan ini terjadi pada orang tua, tetapi ada juga kelainan bawaan yang diderita oleh pasien yang lebih muda, sehingga membutuhkan pemasangan alat pacu jantung ini. Dengan demikian, bila ada orang tua Anda yang mengalami keluhan- keluhan di atas, mungkin bisa diperiksakan apakah ada denyut jantung yang pelan dengan meraba nadinya.

baca juga

Bila nadinya di bawah 60 atau bahkan lebih rendah mungkin membutuhkan pemasangan alat pacu jantung. Silakan datang untuk konsultasi ke dokter jantung Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Akurat, Operasi Tulang Belakang Menggunakan Robot Navigasi Eka Hospital

Lebih Akurat, Operasi Tulang Belakang Menggunakan Robot Navigasi Eka Hospital

Health | Senin, 02 Agustus 2021 | 09:52 WIB

Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea

Apa Itu Pengapuran Sendi Lutut? Kenali Gangguan Ini Bersama Dr. Ricky Hutapea

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 09:00 WIB

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Peduli Pasien Skoliosis, Eka Hospital Kerjasama dengan Indonesia Scoliosis Community

Health | Senin, 19 Juli 2021 | 09:58 WIB

Mengenal Lebih Jauh tentang Virus Covid-19 Varian Delta

Mengenal Lebih Jauh tentang Virus Covid-19 Varian Delta

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 09:38 WIB

Kapan Karyawan Boleh Kerja Usai Positif Covid-19? Eka Hospital: Isoman 13 Hari Sudah Aman

Kapan Karyawan Boleh Kerja Usai Positif Covid-19? Eka Hospital: Isoman 13 Hari Sudah Aman

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 14:15 WIB

Eka Hospital Gandeng SehatQ dan Alodokter untuk Mudahkan Pasien di Masa Pandemi

Eka Hospital Gandeng SehatQ dan Alodokter untuk Mudahkan Pasien di Masa Pandemi

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 15:47 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×