Lula Kamal Minta Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin Covid-19, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 01 September 2021 | 08:33 WIB
Lula Kamal Minta Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin Covid-19, Kenapa?
Dokter Lula Kamal. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono).

Suara.com - Belakangan, masyarakat banyak memburu vaksin Pfizer karena dianggap lebih baik dibandingkan dengan vaksin lainnya.

Vaksin buatan Amerika Serikat ini telah tiba di Indonesia sebanyak 1.560.780 juta dosis pada Kamis (20/8) dan telah didistribusikan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan, dan Bekasi.

Menanggapi hal tersebut Aktris sekaligus dokter, Lula Kamal, meminta masyarakat tidak pilih-pilih vaksin tertentu. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera vaksin.

“Intinya, segera divaksin. Kalau yang dekat dengan tempat kita adalah Sinovac, ya Sinovac. Kalau yang dekat dengan tempat kita adalah AstraZeneca, ya AstraZeneca. Semua jenis vaksin terbukti bagus,” kata Lula kepada ANTARA pada Selasa.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Seperti diketahui, berdasarkan laman covid19.go.id, tingkat efikasi vaksin Pfizer pada usia di atas 16 tahun mencapai 95,5 persen dan pada usia 12-15 tahun sebesar 100 persen.

Meski demikian, Lula mengatakan bahwa nilai efikasi vaksin COVID-19 bukanlah sesuatu hal yang tetap. Tingkat efikasi akan berubah-ubah bergantung subjek atau kelompok penelitian yang dilakukan, sebagai contoh studi pada kelompok tenaga kesehatan (nakes) hasilnya akan berbeda dengan kelompok masyarakat umum.

“Efikasi itu bukan satu hal yang bentuknya tetap, dia bisa berubah-ubah. Pfizer disebut-sebut 90 sekian persen tingkat efikasinya, tapi di Israel efikasinya hanya 64 persen. Ini juga dipicu karena kemunculan varian delta dan varian virus lainnya,” kata Lula.

Lula menjelaskan bahwa vaksinasi penting untuk dilakukan meski tidak akan membuat tubuh kebal terhadap virus 100 persen. Namun dengan vaksinasi COVID-19, tubuh dapat membentuk antibodi dan mengenali virus sehingga jika suatu saat COVID-19 menyerang, tubuh telah mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

“Vaksinasi itu memperkenalkan virus COVID-19 yang sudah tidak bisa berkembang. Selama ini, yang dipakai itu kan virus yang sudah dimatikan, atau kalau tidak dimatikan setidaknya hanya bagian kecil dari virus,” ujar perempuan kelahiran Jakarta itu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Moderna Ciptakan Antibodi Dua Kali Lebih Banyak dari Pfizer, Studi Menunjukkan

Vaksin Moderna Ciptakan Antibodi Dua Kali Lebih Banyak dari Pfizer, Studi Menunjukkan

Health | Rabu, 01 September 2021 | 07:35 WIB

Penerapan PPKM Level 4 di Jogja Diprediksi Turun, Heroe Beri Pesan Ini

Penerapan PPKM Level 4 di Jogja Diprediksi Turun, Heroe Beri Pesan Ini

Jogja | Rabu, 01 September 2021 | 07:34 WIB

September Ceria! Ini 4 Bansos Covid-19 Cair: BSU Subsidi Gaji hingga Kuota Internet

September Ceria! Ini 4 Bansos Covid-19 Cair: BSU Subsidi Gaji hingga Kuota Internet

Bekaci | Rabu, 01 September 2021 | 07:50 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×