Bagi Bayi Prematur, Suara Ibu Bisa Bantu Redakan Sakit selama Tindakan Medis

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 01 September 2021 | 09:15 WIB
Bagi Bayi Prematur, Suara Ibu Bisa Bantu Redakan Sakit selama Tindakan Medis
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Studi menunjukkan bahwa suara ibu saat tindakan medis pada kelahiran prematur bisa menurunkan rasa sakit bayi. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Scientific Reports.

Melansir dari Healthshots, bayi yang lahir prematur sering kali harus dipisahkan dari orangtuanya dan ditempatkan dalam inkubator di perawatan intensif. Selama beberapa minggu, bayi akan menjalani prosedur medis rutin yang bisa menyakitkan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa suara ibu bisa mengurangi rasa sakit pada bayi. 

Penelitian ini disusun oleh tim dari Universitas Jenewa (UNIGE), bekerjasama dengan Rumah Sakit Parini di Italia dan Universitas Valle d'Aosta.

Mereka mengamati bahwa ketika ibu berbicara dengan bayinya pada saat intervensi medis, tanda-tanda bayi yakni tingkat oksitosin (hormon bahagia, pereda nyeri) meningkat secara signifikan.

Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kehadiran orangtua pada bayi prematur. Bayi-bayi prematur mengalami stres berat sejak lahir, kehadiran orangtua memiliki dampak nyata pada kesejahteraan dan perkembangan mereka.

“Kami memfokuskan penelitian ini pada suara ibu karena pada hari-hari pertama kehidupan lebih sulit bagi ayah untuk hadir karena kondisi kerja yang tidak selalu memiliki hari libur,” kata Dr Manuela Filippa, peneliti studi tersebut. 

Untuk penelitian, ibu mulai berbicara atau bernyanyi lima menit sebelum penyuntikan, selama penyuntikan dan setelah prosedur.

Kemudian peneliti mengukur intensitas suaranya, sehingga menutupi kebisingan di sekitarnya.

baca juga
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)

Para peneliti menggunakan Profil Nyeri Bayi Prematur (PIPP), yang menetapkan kisi pengkodean antara 0 dan 21 untuk ekspresi wajah dan parameter fisiologis (detak jantung, oksigenasi).

PIPP 4,5 saat ibu tidak ada dan turun menjadi 3 saat ibu berbicara dengan bayinya. Hasil ini menunjukkan dampak positif dari kehadiran ibu saat bayi prematur menjalani prosedur medis yang menyakitkan.

"Kami menunjukkan di sini pentingnya menyatukan orangtua dan anak, terutama dalam konteks perawatan intensif yang rumit," tegas Manuela Filippa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memiliki Arti yang Indah, Ini 150 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf J

Memiliki Arti yang Indah, Ini 150 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf J

Lifestyle | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:35 WIB

Stok Vaksin BCG Bagi Penderita Tuberkulosis di Cianjur Kosong

Stok Vaksin BCG Bagi Penderita Tuberkulosis di Cianjur Kosong

Bogor | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:31 WIB

Pria di India Oleskan Abu Misterius ke Tubuh Istri karena Ingin Bayi Laki-laki

Pria di India Oleskan Abu Misterius ke Tubuh Istri karena Ingin Bayi Laki-laki

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:37 WIB

Terkini

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Lampung | Senin, 14 September 2026 | 15:11 WIB

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 15:08 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact

Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:06 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir

Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir

Lampung | Senin, 14 September 2026 | 15:05 WIB

Akali Ulah Pak Ogah yang Suka Buka Jalan, Simpang Pesing Kini Diblokir Pakai Beton!

Akali Ulah Pak Ogah yang Suka Buka Jalan, Simpang Pesing Kini Diblokir Pakai Beton!

News | Senin, 14 September 2026 | 15:03 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat

Bekaci | Senin, 14 September 2026 | 15:02 WIB

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

News | Senin, 14 September 2026 | 15:00 WIB

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:59 WIB

×