Awas, Terlalu Banyak Ngemil Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 02 September 2021 | 15:32 WIB
Awas, Terlalu Banyak Ngemil Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ilustrasi ngemil. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk mengontrol konsumsi camilan. Disebutkan oleh dokter gizi dr. Arti Indira, SpGK bahwa ngemil bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Dr. Arti mengatakan konsumsi terlalu banyak camilan bisa melemahkan kinerja sel imun untuk melawan penyakit, karena bisa menggeser asupan nutrisi dari makanan pokok yang harusnya diperoleh tubuh.

"Karena camilan tidak memegang porsi asupan nutrisi yang banyak di makanan kita. Jumlah camilan porsinya sehari hanya dibutuhkan 10 sampai 15 persen dari makanan kita," ujar dr. Arti dalam acara diskusi bersama Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Jaya, Kamis (2/9/2021).

Dr. Arti juga menjelaskan camilan pada umumnya tinggi gula, lemak dan kalori. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan tubuh mengalami kenaikan berat badan dan berisiko mengalami obesitas.

Sehingga apabila tubuh hanya mengonsumsi camilan, saat ada infeksi bakteri maupun virus masuk ke tubuh, maka sel kekebalan tubuh tidak memiliki energi dan kekuatan untuk melawannya.

"Berat badan yang obesitas membuat imunitas jadi nggak maksimal. Apabila ada ada low grade inflammation bisa turunkan efektivitas sel imunitas kita, karena makanannya hanya gula dan lemak, yang akhirnya imunitas jadi nggak maksimal," tutur dr. Arti.

Low grade inflammation adalah peradangan tingkat rendah. Bahkan obesitas juga bisa memicu peradangan yang tadinya bersifat rendah menjadi kronis akibat tingginya kadar trigliserida (jenis lemak dalam darah).

Itulah mengapa alih-alih mengonsumsi camilan tinggi kalori, lemak dan gula, dr. Arti menyarankan untuk mengonsumsi buah atau kacang-kacangan sebagai camilan. Tapi secara tegas ia mengingatkan sebaik apapun camilannya, tidak bisa menggantikan asupan makan pokok.

"Makan pokok tiga kali sehari, yang mengandung nutrisi seimbang karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral ini tidak bisa digantikan sebagai asupan nutrisi utama," pungkas dr. Arti.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Covid-19 dan Lainnya, Ini 5 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Cegah Covid-19 dan Lainnya, Ini 5 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:30 WIB

Kusus untuk Ibu Hamil, Yuk Tingkatkan Kekebalan dengan 5 Makanan Sehat Berikut

Kusus untuk Ibu Hamil, Yuk Tingkatkan Kekebalan dengan 5 Makanan Sehat Berikut

Health | Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:25 WIB

5 Manfaat Daun Sirsak sebagai Antioksidan hingga Lawan Sel Kanker Tubuh

5 Manfaat Daun Sirsak sebagai Antioksidan hingga Lawan Sel Kanker Tubuh

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:07 WIB

Terkini

BSU 2026 Kapan Cair? Ini Update Resmi Kemnaker, Segera Cek Status Penerima

BSU 2026 Kapan Cair? Ini Update Resmi Kemnaker, Segera Cek Status Penerima

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Sunscreen Wardah SPF 35 vs SPF 50, Mana yang Cocok untuk Kulit Berminyak?

Sunscreen Wardah SPF 35 vs SPF 50, Mana yang Cocok untuk Kulit Berminyak?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:11 WIB

5 Zodiak Paling Banyak Ditaksir tapi Memilih Tetap Jomblo, Nyaman dengan Kebebasan

5 Zodiak Paling Banyak Ditaksir tapi Memilih Tetap Jomblo, Nyaman dengan Kebebasan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Novel Ghosting Writer: Ketika Popularitas Dibalap oleh Pesaing Misterius

Novel Ghosting Writer: Ketika Popularitas Dibalap oleh Pesaing Misterius

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:00 WIB

3 Varian Sariayu Facial Foam Lengkap dengan Review Pembeli, Harga di Bawah 40 Ribu

3 Varian Sariayu Facial Foam Lengkap dengan Review Pembeli, Harga di Bawah 40 Ribu

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Bedak Apa yang Makin Berkeringat Makin Glowing? Cek 5 Pilihan Murah di Bawah Rp100 Ribu

Bedak Apa yang Makin Berkeringat Makin Glowing? Cek 5 Pilihan Murah di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Tren Bahasa Gen Z: Campur Aduk, Makin Asyik, atau Malah Bikin Pusing?

Tren Bahasa Gen Z: Campur Aduk, Makin Asyik, atau Malah Bikin Pusing?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:45 WIB

×