alexametrics

Kulit Vagina Sering Mengelupas, Awas Bisa Jadi Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika
Kulit Vagina Sering Mengelupas, Awas Bisa Jadi Ini Sebabnya
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Jika kulit itu mengelupas sesekali, sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi jika sering lebih baik menemui dokter.

Suara.com - Banyak perempuan sering mengeluhkan bahwa kulit di area vagina infeksi dan iritasi. Beberapa juga kerap mengatakan bahwa kulit itu mengelupas.

Jika kulit itu mengelupas sesekali, sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi jika sering lebih baik menemui dokter. Tapi kenapa itu benar-benar terjadi? DIlansir dari Healthshots, berikut ini sebabnya. 

1. Infeksi ragi

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Ini sangat umum, dan hampir semua orang pasti pernah menghadapi ini, setidaknya sekali dalam hidup mereka. Infeksi ini terjadi karena pertumbuhan berlebih dari jamur Candida.  Seperti diketahui, candida adalah bagian dari flora vagina, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Tuduh Berselingkuh, Seorang Suami di India Tega Jahit Kemaluan Istri

Masalah muncul ketika keseimbangannya terganggu, dan ada pertumbuhan berlebih. Beberapa tanda umum infeksi jamur vagina termasuk gatal, iritasi, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seks, dan keluarnya cairan seperti keju cottage berwarna abu-abu keputihan.

2. Dermatitis kontak

Ini adalah ruam yang umumnya berkembang setelah area vagina  bersentuhan dengan iritan atau alergen, termasuk sabun, wewangian, deterjen, pelumas, dan lateks. Beberapa tanda umum dermatitis kontak termasuk munculnya ruam merah, gatal, lecet, mengelupas dan bengkak.

3. Eksim

“Bisa juga karena kondisi peradangan kulit yang disebut dermatitis atopik. Dalam kebanyakan kasus, flare-up terjadi di lengan dan di belakang lutut, tetapi bisa juga terjadi di tempat lain. Beberapa gejala umum termasuk gatal, kekeringan, benjolan, pengelupasan, retakan dan kulit mengelupas,” kata Dr Sandhya Maheshwari, seorang ginekolog terkenal.

Baca Juga: BAHAYA! Penyebab Paru-Paru Basah, Bisa Fatal Jika Campur Positif COVID-19

4. Vaginosis bakterial

Komentar