Dipaksa Lompat Tali 3000 Kali Sehari Oleh Ibunya, Gadis 13 Tahun Ini Alami Cedera Serius

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 11 September 2021 | 14:24 WIB
Dipaksa Lompat Tali 3000 Kali Sehari Oleh Ibunya, Gadis 13 Tahun Ini Alami Cedera Serius
Ilustrasi lompat tali. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Seorang gadis 13 tahun didiagnosis dengan penyakit sendi serius yang disebabkan aktivitas lompat tali 3.000 kali sehari. Aktivitas ini terpaksa ia lakukan karena disuruh oleh ibunya sebagai salah satu cara untuk tumbuh lebih tinggi.

Dilansir Oddity Central, gadis tersebut dilaporkan mengalami traksi apophysitis dari tuberkulum tibialis. Gadis itu sempat mengeluh kepada ibunya bahwa ia mengalami sakit lutut. Sayangnya, sang ibu tak mempercayainya, dan menuduh jika putrinya hanya mencari-cari alasan agar tak melakukan latihan.

Gadis itu baru dibawa ke dokter setelah gejalanya memburuk. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, selain mengobati cedera, juga diperingatkan si ibu bahwa olahraga berlebihan dapat menyebabkan cedera serius pada anak.

Ibu tersebut mengatakan kepada dokter bahwa dia khawatir putrinya yang bernama Yuanyuan tidak tumbuh cukup tinggi. Jadi dia memutuskan untuk menyuruhmya lompat tali 1.000 kali setiap hari.

Saat ini, Yuanyuan memiliki tinggi 1,58 meter dan beratnya hampir 120 kilogram. Ternyata, latihan seperti ini dengan berat badan yang berlebihan hanya memperburuk persendian anaknya.

Ibu itu percaya bahwa pada usia anaknya, Yuanyuan masih memiliki kesempatan untuk tumbuh setidaknya 2 cm lagi, dan dia telah mendengar bahwa melompat dapat membantu anak-anak tumbuh tinggi.

“Meskipun dia baru saja mendapatkan menstruasi pertamanya, epifisisnya belum sepenuhnya tertutup. Jika dia bisa memanfaatkan kesempatan tahun ini, dia masih bisa tumbuh setidaknya 1,6 meter. Selain itu, lebih banyak olahraga juga dapat membantunya menurunkan berat badan. Saya ingin dia lebih tinggi dan lebih kurus, jadi dia terlihat lebih cantik," kata ibu itu .

Karena ibu Yuanyuan merasa waktu bagi putrinya untuk tumbuh tinggi hampir habis, dan dia tidak dapat melihat hasil apa pun dalam hal penambahan tinggi badan, sejak awal liburan musim panas, ia pun meningkatkan rutinitas lompat tali harian gadis itu dari 1.000 menjadi 3.000 sehari.

Anak berusia 13 tahun itu diharuskan melakukan 1.000 lompatan di pagi hari, 1.000 lompatan lagi di siang hari, dan 1.000 lompatan di malam hari. Setelah tiga bulan, lompatan berlebihan mulai membebani lututnya.

baca juga

Selain Yuanyuan, Departemen Traumatologi di Rumah Sakit Ortopedi Pengobatan Tradisional Tiongkok Hangzhou Fuyang baru-baru ini melaporkan kasus serupa. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dirawat dengan nyeri tumit akut, setelah dipaksa oleh orangtuanya untuk lompat tali 2.000 hingga 3.000 kali sehari selama tiga bulan terakhir.

Sama seperti dalam kasus Yuanyuan, anak laki-laki itu mulai mengeluh kesakitan dan mencengkeram kakinya saat lompat tali, tetapi ibunya hanya membawanya ke dokter setelah beberapa hari, karena curiga bahwa dia hanya berpura-pura sakit untuk menghindari latihan. Pada akhirnya, dokter mendiagnosis bocah itu dengan calcaneal apophysitism.

Dokter pun memperingatkan orangtua bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti olahraga, tidur, nutrisi, suasana hati, genetika, dan lainnya. Jadi olahraga saja tidak cukup membuat anak-anak tumbuh tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Metode Bess untuk Pengobatan Nyeri Tulang Belakang: Metode Hingga Biaya

Mengenal Metode Bess untuk Pengobatan Nyeri Tulang Belakang: Metode Hingga Biaya

Health | Jum'at, 10 September 2021 | 19:39 WIB

Cedera Olahraga, Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter

Cedera Olahraga, Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:50 WIB

Foto dengan Atlet, Kondisi Kaki Putra Sanjay Dutt Justru Bikin Salah Fokus

Foto dengan Atlet, Kondisi Kaki Putra Sanjay Dutt Justru Bikin Salah Fokus

Entertainment | Senin, 30 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×