8 Masalah yang Akan Anda Hadapi Jika Kecanduan Bermain Ponsel

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 13 September 2021 | 13:01 WIB
8 Masalah yang Akan Anda Hadapi Jika Kecanduan Bermain Ponsel
Ilustrasi anak laki-laki bermain ponsel (Shutterstock)

Suara.com - Ponsel seakan telah menjadi kebutuhan hidup harian yang sulit dilepaskan. Bagi sejumlah orang, ponsel juga digunakan untuk bekerja, menjalin hubungan, sosial, berkarya, belanja, hingga sekadar mencari hiburan. Tak heran kalau melihat ponsel selalu dalam genggaman.

Namun dampak buruknya, terlalu sering berselancar dengan ponsel juga berisiko timbulkan kelelahan akibat kurang tidur. Salah satu penyebab terbesar kelelahan dan kurang tidur adalah jumlah waktu yang dihabiskan untuk online dan terpapar cahaya biru smartphone atau ponsel pintar.

Cahaya biru yang dipancarkan dari layar perangkat tersebut memperlambat pelepasan melatonin yang memicu tidur. Juga mengatur ulang jam internal tubuh, atau ritme sirkadian, ke jadwal berikutnya. Sehingga tubuh merasa tidak mengantuk. Akibatnya, tubuh kurang tidur dan merasa lemas saat pagi hari.

Kurang tidur akibat terlalu lama online  sebenarnya hanya salah satu dari dampak buruk kecanduan ponsel. Dikutip dari Asia One, berikut delapan masalah yang bisa terjadi jika seseorang kecanduan memakai ponsel.

Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. (Pixabay/mirkosajkov)
Ilustrasi anak kecil bermain ponsel. (Pixabay/mirkosajkov)

1. Merusak matamu
Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan ponsel dalam waktu lama menyebabkan kerusakan mata permanen, tapi hal itu menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan pada mata.

Selain itu, ponsel memancarkan cahaya Tampak Berenergi Tinggi (atau cahaya HEV), yang memiliki panjang gelombang terpendek dalam spektrum cahaya tampak. Oleh karena itu menghasilkan jumlah energi yang lebih tinggi dan memiliki potensi kerusakan jaringan yang lebih besar.

Ketegangan mata juga terjadi karena penggunanya membuka mata lebih lebar dan lebih sedikit berkedip saat menatap ponsel. Sebaiknya ikuti aturan 20-20-20 untuk membantu mengendurkan mata-mata. Yaitu, menatap ponsel, atau perangkat digital lainnya, selama 20 menit. Kemudian lihat ke arah lain sejauh 20 kaki selama 20 detik. Kemudian bisa kembali lihat layar.

2. Masalah untuk tangan
Kebanyakan orang mungkin bisa memegang ponsel hanya dengan satu tangan dan menggunakan ibu jari untuk mengirim teks juga menggeser layar. Tetapi perhatikan, melakukan hal itu secara berulang setiap hari bisa memicu peradangan dan masalah tendon pada pergelangan tangan.

3. Merusak postur
Rata-rata berat kepala manusia antara 4,5 hingga 5,5 kg. Sementara leher dan tulang belakang manusia dirancang untuk menopang kepala pada sudut tertentu. Tapi jika memiringkan kepala ke bawah pada sudut 60 derajat untuk melihat ponsel, bisa menyebabkan tekanan pada leher hingga 27kg.

baca juga

Akibatnya, sakit punggung dan leher bagian atas terjadi karena terus melihat ke bawah pada ponsel. 

Ilustrasi anak bermain gawai. (Pixabay)
Ilustrasi anak bermain gawai. (Pixabay)

4. Merusak waktu tidur
Berlebihan menggunakan ponsel sebelum tidur bisa mengganggu siklus tidur alami tubuh, dikenal sebagai ritme sirkadian. Cahaya biru yang dipancarkan dari layar sama dengan yang biasa didapatkan dari matahari saat siang. Oleh karena itu, paparan sinar dari layar membuat tubuh tetap waspada dan terjaga.

Selain itu juga bisa menghambat produksi melatonin, hormon yang menyebabkan tidur.

5. Merusak kesehatan secara menyeluruh
Ponsel bisa menjadi rumah bagi bakteri untuk berkembang biak. Ingat lagi, kapan terakhir kali membersihkan ponsel, di permukaan seperti apa meletakkan ponsel? Apakah membawa ponsel ke toilet? 

Penelitian telah menunjukkan bahwa bakteri penyebab flu, infeksi kulit, sindrom syok toksik, dan keracunan makanan dapat berkembang biak dengan baik di ponsel. Cuci tangan secara menyeluruh, gunakan pembersih tangan dan biasakan untuk membersihkan ponsel.

6. Merusak kehidupan sosial
Tidak perlu studi ilmiah untuk menunjukkan bahwa penggunaan ponsel secara terus-menerus, terutama dalam situasi sosial, akan membuat seseorang dianggap negatif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Pengendara Tewas Tabrak Pohon, Diduga Bermain Ponsel Sambil Ngebut

Viral Video Pengendara Tewas Tabrak Pohon, Diduga Bermain Ponsel Sambil Ngebut

Batam | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 11:43 WIB

Disuruh Membersihkan Rumah, Remaja Laporkan Ayah ke Polisi: Ini Ilegal!

Disuruh Membersihkan Rumah, Remaja Laporkan Ayah ke Polisi: Ini Ilegal!

News | Minggu, 25 Juli 2021 | 18:06 WIB

Penggunaan Ponsel Secara Berlebihan Memengaruhi Otak dan Psikologis Anak

Penggunaan Ponsel Secara Berlebihan Memengaruhi Otak dan Psikologis Anak

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:13 WIB

Terkini

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

×