Orang Katarak Berisiko Alami Demensia, Begini Menurut Temuan Peneliti

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 14 September 2021 | 17:00 WIB
Orang Katarak Berisiko Alami Demensia, Begini Menurut Temuan Peneliti
Ilustrasi mata katarak (shutterstock)

Suara.com - Jutaan orang dengan masalah kesehatan mata, termasuk degenerasi makula terkait usia, katarak dan penyakit mata terkait diabetes memiliki risiko menderita demensia.

Penelitian baru menunjukkan gangguan penglihatan bisa menjadi salah satu tanda pertama demensia, yang diperkirakan akan mempengaruhi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2050.

Penelitian sebelumnya juga telah menjelaskan adanya hubungan antara masalah kesehatan mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan gangguan kognitif.

Tapi, kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia, seperti halnya kondisi sistemik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, depresi dan stroke.

Semua masalah kesehatan itu merupakan faktor risiko seseorang menderita demensia. Artinya, belum pasti bahwa masalah kesehatan mata terkait demensia yang lebih tinggi, terlepas dari kondisi sistemik.

Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)
Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)

Kini, studi baru yang diterbitkan dalam British Journal of Ophthalmology menemukan bahwa degenerasi makula terkait usia, katarak dan penyakit mata terkait diabetes secara independen terkait dengan peningkatan risiko demensia.

Penelitian ini meneliti data dari 12.364 orang dewasa Inggris berusia 55 hingga 73 tahun, yang mengambil bagian dalam studi Biobank Inggris. Penelitian ini berlangsung pada 2006 dan 2010 dengan informasi kesehatan yang dilacak hingga awal 2021.

Menurut tim ahli internasional yang dipimpin oleh akademisi dari Guangdong Eye Institute di Cina, lebih dari 2.300 kasus demensia telah didokumentasikan.

Setelah menilai data kesehatan, para peneliti menemukan mereka yang mengalami degenerasi makula terkait usia memiliki 26 persen risiko demensia.

baca juga

Mereka yang menderita katarak memiliki peningkatan risiko sebesar 11 persen dan orang dengan penyakit mata terkait diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi sebesar 61 persen. Sedangkan, glaucoma tidak terkait dengan peningkatan risiko yang signifikan.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan kondisi diabetes, penyakit jantung, stroke dan depresi juga lebih mungkin menderita demensia.

“Degenerasi makula terkait usia, katarak, dan penyakit mata terkait diabetes, tetapi bukan glaukoma, dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia,” kata para peneliti dikutip dari The Guardian.

Orang dengan kondisi mata dan sistemik berada pada risiko demensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki kondisi mata atau sistemik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya

Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya

Health | Jum'at, 10 September 2021 | 09:30 WIB

Awas, Paparan Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Demensia

Awas, Paparan Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Kamis, 09 September 2021 | 11:54 WIB

Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Health | Sabtu, 04 September 2021 | 16:50 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×