Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 10 September 2021 | 09:30 WIB
Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Alzheimer, Ini Sebabnya
Ilustrasi kebisingan lalu lintas (Suara.com/Arga)

Suara.com - Kebisingan lalu lintas sangat berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer. Penduduk yang tinggal di dekat jalanan bising selama 10 tahun memiliki risiko menderita Alzheimer hingga 30 persen.

Para ilmuwan telah menganalsisi catatan kesehatan 2 juta orang usia di atas 60 tahun di Denmark antara 2004 hingga 2017. Mereka mengidentifikasi 103.500 kasus demensia sebagai salah satu bentuk Alzheimer.

Seorang juru bicara dari tim Denmark mengatakan tinggal di lingkungan dengan lalu lintas jalan yang bising suara kereta api berkaitan dengan peningkatan risiko semua penyebab demensia atau Alzheimer.

"Pada penyakit Alzheimer, kami mengamati hubungannya dengan lalu lintas jalan dan kebisingan kereta api. Sedangkan pada demensia vaskular, kami hanya mengamati hubungannya dengan kebisingan lalu lintas jalan," kata juru bicara tersebut dikutip dari Express.

Ilustrasi Alzheimer. (Shutterstock)
Ilustrasi Alzheimer. (Shutterstock)

Menurutnya, memperluas pengetahuan kita tentang efek berbahaya dari kebisingan pada kesehatan sangat penting untuk menetapkan prioritas dan kebijakan yang efektif serta strategi kesehatan masyarakat yang fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk demensia.

Para ahli memperkirakan bahwa dari 8.475 kasus demensia yang terdaftar di Denmark pada tahun 2017, sebanyak 1.216 kasus berkaitan dengan paparan kebisingan.

Peningkatan risiko Alzheimer memuncak hingga 30 persen lebih tinggi pada orang-orang yang terpapar kebisingan lalu lintas jalan 50-55 desibel. Para peneliti mengatakan kemungkinan hal ini juga berkaitan dengan pelepasan hormon stres dan gangguan tidur.

Ilustrasi (Shutterstock)
Ilustrasi (Shutterstock)

Sebab, dua kondisi itu bisa menyebabkan penyakit arteri coroner, perubahan sistem kekebalan tubuh dan peradangan yang menjadi awal timbulnya demensia.

Dr Rosa Sancho, kepala penelitian di Alzheimer's Research UK, mengatakan penelitian itu menambah bukti adanya hubungan antara kebisingan lalu lintas dengan Alzheimer. Namun, kondisi itu juga bisa menentukan peningkatan risikonya secara pasti.

baca juga

"Meskipun menghindari kebisingan memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan dan kesejahteraan, kita belum tahu itu bisa membantu mengurangi risiko demensia atau tidak," kata Dr Rosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobilitas Dibatasi, Kecelakaan Lalu Lintas di Amerika Serikat Malah Meningkat

Mobilitas Dibatasi, Kecelakaan Lalu Lintas di Amerika Serikat Malah Meningkat

Otomotif | Rabu, 08 September 2021 | 09:45 WIB

Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Health | Sabtu, 04 September 2021 | 16:50 WIB

Catat, Ini Manfaat Third Party Liability Bagi Pengguna Jalan

Catat, Ini Manfaat Third Party Liability Bagi Pengguna Jalan

Otomotif | Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:47 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×