alexametrics

Musim Pancaroba, Waspadai Dua Infeksi Jamur yang Rentan Terjadi Pada Bayi

Risna Halidi | Lilis Varwati
Musim Pancaroba, Waspadai Dua Infeksi Jamur yang Rentan Terjadi Pada Bayi
Ilustrasi kulit iritasi pada bayi (Elements Envato)

Infeksi jamur sangat mungkin menyerang bayi selama musim peralihan atau pancaroba.

Suara.com - Memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dapat menyebabkan iklim menjadi lembap.  Akibatnya juga bisa membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi jamur. Apalagi kulit bayi yang masih sensitif.

Infeksi jamur sangat mungkin menyerang bayi selama musim hujan. Sebab jamur membutuhkan panas sekaligus iklim lembap untuk tumbuh dan bertahan hidup.

Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) ada dua infeksi jamur yang rentan dialami bayi saat cuaca lembap. Di antaranya:

Infeksi Ringworm (Kurap)

Baca Juga: 7 Cara Mencuci Vagina yang Benar dan Aman Sesuai Anjuran Perdoski

Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Infeksi jamur ringworm atau kurap memiliki ciri dengan bentuk seperti cincin, biasanya dimulai dari lingkaran kecil yang kemudian melebar. Jamur tersebut menyebabkan gatal dan mudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Kurap biasanya ditularkan dari orang yang sudah terkena. Hewan peliharaan pun sangat mungkin menularkan infeksi tersebut. Selain itu bila bayi berkeringat secara berlebihan atau keadaan kulit yang lembap mendukung untuk timbulnya kurap.

Konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengatasi kurap. Namun untuk mencegahnya, orangtua bisa lakukan beberapa tahap sederhana di bawah ini:

  1. Mencuci pakaian bayi dengan deterjen, jemur sampai kering lalu disetrika agar dapat menghilangkan jamur yang mungkin menempel pada pakaian.
  2. Jaga kulit bayi tetap kering dan bersih setiap saat.
  3. Gunakan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap kelembapan. Katun adalah pilihan yang terbaik.

Infeksi Jamur Kuku

Ilustrasi bayi. (Unsplash)
Ilustrasi bayi. (Unsplash)

Infeksi jamur pada kuku (terutama kuku kaki) dapat terjadi bila kondisi lembap seperti tertutup sepatu, jarang mengganti kaos kaki, atau tidak membersihkan area sela-sela jari dan kuku dengan baik. 

Baca Juga: Catat! BMKG Prediksi Banjarnegara Masuk Musim Hujan Oktober Mendatang

Jika terkena infeksi kuku, dalam beberapa waktu kuku anak dapat berubah warna dan pada kasus tertentu kuku bisa menjadi rapuh dan kasar. Ada pula kemungkinan kulit di sekitar kuku menjadi bengkak.

Orangtua perlu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit bila menemukan gejala infeksi kuku pada anak. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur untuk mengatasi dan menyembuhkan infeksi kuku pada bayi.

Komentar