Biaya Pasang Alat Pacu Jantung dan Ablasi di Eka Hospital

Kamis, 16 September 2021 | 17:05 WIB
Biaya Pasang Alat Pacu Jantung dan Ablasi di Eka Hospital
4 dokter profesional di , Pusat Aritmia Jantung Eka Hospital. (Dok: Eka Hospital)

Suara.com - Tahukah Anda bahwa dalam keadaan normal, jantung kita berdenyut sekitar 60-100 kali setiap menitnya? Artinya, dalam kurun waktu 24 jam, jantung berdenyut sekitar 100.000 kali. Namun, bagaimana jika denyut jantung Anda sering tidak beraturan? Kelainan irama atau laju jantung ini disebut aritmia yang umumnya disertai dengan sejumlah gejala seperti berdebar, sesak nafas, nyeri dada, pusing dan pingsan. Lantas, apakah aritmia dapat disembuhkan?

drg. Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital menerangkan, secara umum, aritmia dapat disembuhkan jika ditangani dengan baik. Namun, tidak banyak dokter spesialis jantung yang juga merupakan konsultan aritmia. Bahkan jumlahnya hanya berkisar 30-40 dokter di seluruh Indonesia.

"Di Eka Hospital, kami memiliki 4 dokter spesialis jantung yang juga merupakan konsultan aritmia. Selain itu, kami juga memiliki fasilitas pemasangan alat pacu jantung untuk pasien dengan keluhan denyut jantung yang lemah, serta fasilitas programming untuk pasien-pasien pasca pemasangan alat jantung," tutur drg. Rina Setiawati.

(Dok: Eka Hospital)
(Dok: Eka Hospital)

DR. Dr. M. Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah menambahkan bahwa aritmia dapat diartikan dalam dua kondisi, yaitu takikardia: denyut jantung terlalu cepat, lebih dari 100 kali per menit pada usia dewasa dalam kondisi istirahat, serta bradikardia: denyut jantung terlalu lambat, di bawah 60 kali per menit pada usia dewasa. Takikardia umumnya didiagnosa dengan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Untuk pemeriksaan dalam waktu yang lebih panjang, bisa menggunakan holter atau implantable loop recorder guna mendeteksi gangguan irama jantung. Di sisi lain, denyut jantung akan semakin pelan (bradikardia) seiring pertambahan usia karena penurunan kualitas dari generator dan saluran listrik di jantung. Hal inilah yang dapat membuat denyut jantung melambat di bawah 60 kali per menit.

“Pelambatan ini membuat jantung tidak sanggup memompa darah ke berbagai organ vital dalam tubuh dan berakibat pada kesehatan misalnya sering pusing, kelelahan, hingga pingsan. Keluhan berat dapat berupa nyeri dada, sesak nafas, hingga stroke.” tutur dokter yang berpraktik di Eka Hospital BSD Tangerang tersebut.

(Dok: Eka Hospital)
(Dok: Eka Hospital)

Untuk mengatasinya, pasien membutuhkan alat pacu jantung permanen (permanent pacemaker) yang terdiri dari generator (ditanam di bawah kulit dinding dada) dan lead atau kabel (penghantar listrik dari generator ke jantung) yang membantu jantung pasien kembali berdenyut dengan normal. Proses pemasangan alat pacu jantung ini dikerjakan di ruangan kateterisasi jantung dengan bantuan alat fluoroskopi untuk memastikan lokasi penempatan. Tindakan ini merupakan metode minim sayatan dan dikerjakan dengan bius lokal di daerah dinding dada sebelah kanan atau kiri.

Tidak hanya pemasangan, Eka Hospital juga melayani perawatan pasca pemasangan alat pacu jantung seperti cek baterai, reposisi alat pacu dan kabel pemasangan dengan pilihan dari penyedia alat pacu jantung seperti Medtronic, Biotronic, dan St Jude.

Selain itu, Eka Hospital juga menghadirkan pusat penanganan aritmia yang cepat dengan fasilitas pemeriksaan listrik jantung dan tindakan kateter ablasi. Eka Hospital melakukan lebih dari 100 tindakan ablasi jantung setiap tahunnya serta akan memiliki teknologi Cryo Ablation AF di tahun 2022. Melalui teknologi ini, durasi tindakan ablasi dapat dipersingkat menjadi 1-2 jam saja sementara tindakan dengan radiofrekuensi memakan waktu lebih lama, yakni 4-5 jam. Biaya pemasangan alat pacu jantung di Eka Hospital dimulai dari Rp 120 juta, sedangkan tindakan ablasi jantung berkisar dari Rp 108 juta hingga 180 jutaan.

Saat ini, Pusat Aritmia Jantung Eka Hospital didukung oleh 4 dokter profesional yakni:

Baca Juga: Terbunuh oleh Ketidakadilan

·         DR. Dr. M. Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI

·         Dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA

·         Dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP, (K)

·         Dr. Haryadi, Sp.JP (K), FIHA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI