Adrenalin Dilepaskan Serta Pupil Melebar, Inilah yang Terjadi saat Nonton Film Horor!

Kamis, 16 September 2021 | 21:02 WIB
Adrenalin Dilepaskan Serta Pupil Melebar, Inilah yang Terjadi saat Nonton Film Horor!
Ilustrasi film horor, menonton film horor. [Shutterstock]

Suara.com - Pekan lalu ramai berita tentang sebuah perusahaan keuangan, FinanceBuzz, yang mencari enam pecinta film horor untuk menonton 13 film menakutkan dan akan dibayar sebesar $1.300 (sekitar Rp18 juta).

Perusahaan tersebut telah menyeleksi 13 film horor dan FinanceBuzz akan menganalisis serta membandingkan ketakutan penonton berdasarkan biaya produksi film, dari yang terbesar hingga terendah.

Masih berkaitan dengan hal ini, pernahkah Anda menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh ketika menonton film horor?

Menurut ahli fisiologi dari University of Plymouth, Dr Feisal Subhan, detak jantung sekaligus tekanan darah akan naik.

"Sains-nya adalah detak jantung naik, begitu juga dengan tekanan darah kita. Membuat kita siap menangani situasi yang menakutkan itu," kata Dr Feisal, dilansir BBC.

Sementara itu, tubuh juga akan melepaskan adrenalin yang akan bertahan beberapa menit.

"Adrenalin bertahan selama beberapa menit di tubuh kita, jadi butuh beberapa saat bagi detak jantung untuk beristirahat setelah menonton film horor," sambungnya.

Film horor Indonesia [Matamata.com]
Film horor Indonesia [Matamata.com]

Hormon adrenalin

Tubuh akan melepaskan hormon adrenalin selama situasi, 'flight, fight, or fright' (kabur, hadapi, atau takut).

Baca Juga: Seram Banget! Ini 5 Film Horor Jepang yang Sampai Diremake Hollywood

Kelenjar adrenal mengekuarkan adrenalin yang akan meningkatkan pernapasan dan detak jantung serta aliran darah ke otot tubuh.

"Perubahan dalam tubuh kita dapat terjadi setelah pelepasan adrenalin, jadi agar detak jantung kita naik selama film horor, adrenalin perlu meningkat dalam aliran darah sebelumnya," imbuhnya.

Saraf simpatik yang terhubung ke jantung akan melepaskan neurotransmitter yang disebut noradrenalin.

Neurotransmitter tersebut mirip dengan adrenalin, tetapi akan bekerja lebih efektif saat stres atau takut.

Noradrenalin dapat menyebabkan tubuh merinding, dengan merangsang otot-otot kecil yang menarik akar rambut-rambut kecil di sekitar kulit.

Itulah mengapa rambut akan berdiri dan seolah pori-pori di kulit menonjol ketika kita ketakutan.

Ketika adegan menakutkan tampil di layar, pupil mata akan melebar karena tubuh sedang 'stres'. Ini membuat kita menjadi lebih fokus dan adegan tersebut terlihat lebih jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI