alexametrics

Atasi Ketimpangan Vaksin, Jepang Siap Sumbangkan 60 Juta Dosis Vaksin COVID-19

M. Reza Sulaiman
Atasi Ketimpangan Vaksin, Jepang Siap Sumbangkan 60 Juta Dosis Vaksin COVID-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Pemerintah Jepang bereaksi cepat terhadap kritik yang menyebut negara-negara maju menimbun vaksin COVID-19, di saat banyak negara miskin yang kesulitan mendapatkannya.

Suara.com - Pemerintah Jepang bereaksi cepat terhadap kritik yang menyebut negara-negara maju menimbun vaksin COVID-19, di saat banyak negara miskin yang kesulitan mendapatkannya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan Jepang siap memberikan 60 juta dosis vaksin COVID-19 kepada sejumlah negara lain.

Jumlah itu naik dua kali lipat dari target 30 juta dosis vaksin yang telah dijanjikan sebelumnya.

"Saat ini, dengan senang hati saya umumkan bahwa, dengan kontribusi tambahan, Jepang akan menyediakan total hingga 60 juta dosis vaksin," kata Suga melalui rekaman pesan video di KTT Global COVID-19 yang diselenggarakan oleh AS.

Baca Juga: Produksi Vaksin Diperbanyak, Kepala Moderna Prediksi Pandemi Covid-19 Selesai Tahun Depan

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo pada 2 Februari 2021. (Antara/David Mareuil/Pool via REUTERS)
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo pada 2 Februari 2021. (Antara/David Mareuil/Pool via REUTERS)

Dari 30 juta dosis pertama, Jepang telah menyediakan sekitar 23 juta dosis untuk sebagian besar negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam dan Indonesia.

Peluncuran vaksin COVID-19 di Jepang mulanya tertinggal dari negara-negara industri lainnya. Namun sekarang 55 persen dari populasi mereka telah mendapatkan vaksinasi lengkap, hampir setara dengan Amerika Serikat.

Awal September ini Suga secara mengejutkan menyatakan bahwa dirinya akan mundur sebagai perdana menteri Jepang.

Pengumuman yang mengagetkan itu mengakhiri masa jabatan satu tahun Suga, yang melihat dukungan untuk dirinya merosot karena lonjakan kasus COVID-19. [ANTARA]

Baca Juga: Puluhan Siswa SLB di Simeulue Belum Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Komentar