Catat! Ini Sayuran yang Aman Dikonsumsi Penderita Diebetes

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 28 September 2021 | 10:05 WIB
Catat! Ini Sayuran yang Aman Dikonsumsi Penderita Diebetes
Ilustrasi sayuran di kios (Pixabay).

Suara.com - Jutaan orang di seluruh dunia sedang berjuang melawan diabetes. Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan 1,6 juta kematian secara langsung dikaitkan dengan diabetes setiap tahun.

Diabetes dikenal sebagai penyakit yang terjadi ketika kadar glukosa darah tinggi, yang merupakan sumber energi utama tubuh dan berasal dari makanan yang kita makan.

Kadar insulin memainkan peran utama dalam diabetes karena merupakan hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu glukosa dari makanan masuk ke sel kita, untuk digunakan sebagai energi. Demikian seperti dilansir dari Healthshots. 

Diabetes dapat memengaruhi kemampuan tubuh kita untuk membuat cukup atau insulin apa pun atau menggunakan insulin terlalu baik, karenanya, menyebabkan glukosa tetap berada di dalam darah dan tidak mencapai sel.

ilustrasi brokoli (pixabay).
ilustrasi brokoli (pixabay).

Ini adalah kondisi yang serius, tetapi dapat dikelola dengan merombak pilihan makanan yang meliputi sayuran, dan menangkap tanda-tandanya sejak dini.

Saat memutuskan makanan mana yang akan dimasukkan dalam diet Anda, indeks glikemik (GI) adalah alat yang dapat digunakan. Ini mengukur seberapa banyak dan seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah Anda. Skalanya adalah sebagai berikut:

  • GI rendah: 1 hingga 55
  • GI sedang: 56 hingga 69
  • GI tinggi: 70 ke atas

Nah, jika kamu ingin mengonsumsi sayuran yang aman untuk pasien diabetes, berikut ini beberapa pilihannya.

Berikut adalah lima sayuran yang dapat dimasukkan pasien diabetes ke dalam makanan mereka:

1. Wortel

Ini adalah sumber beta karoten, serat, vitamin K1 dan A, potasium, dan antioksidan yang baik. Sayuran ini adalah makanan rendah glikemik (16), dan rendah karbohidrat. Sesuai penelitian oleh Journal of Chiropractic Medicine, nutrisi dalam wortel mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes.

Studi tersebut menyoroti bahwa asupan serat makanan dapat membantu mengurangi prevalensi diabetes tipe Sayuran ini bisa dimakan direbus, mentah, dan sebagai bagian dari hidangan gurih dan manis.

2. Brokoli

Brokoli dikemas dengan nutrisi dan mengandung zat besi, vitamin C, serat, protein, kalsium, selenium, dan magnesium. Ini dapat membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh pembuluh darah pada pasien diabetes, karena adanya senyawa yang disebut 'sulforaphane'.

Sesuai penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Science Translational Medicine, sulforaphane menghasilkan enzim yang melindungi pembuluh darah dan mengurangi jumlah molekul yang dapat merusak sel. Ini juga membantu melawan anemia, membangun otot, dan rendah GI (15). Sayuran ini bisa dimakan dalam bentuk dipanggang, dimasukkan ke dalam masakan gurih, dan digunakan untuk membuat sup.

3. Bayam

Ilustrasi bayam (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi bayam (Pixabay/kaboompics)

Rendah kalori dan tinggi nutrisi, bayam adalah makanan super yang harus Anda sertakan dalam diet Anda. Ini mengandung zat besi, vitamin C, dan antioksidan. Selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan mengurangi peradangan, dan meningkatkan tingkat kekebalan, American Diabetes Association (ADA) menyatakan bayam sebagai makanan sehat untuk penderita diabetes, baik tipe 1 dan tipe 2. Bayam rendah GI (15), dan dapat digunakan untuk membuat sup, hidangan gurih, dan salad.

4. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi yang membantu membuat Anda merasa kenyang dan terhidrasi. Sesuai penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Ethnopharmacology, mentimun dapat membantu mengurangi dan mengontrol kadar gula darah, karena mengandung hormon yang membantu sel beta di pankreas untuk memproduksi insulin. GI-nya 14, dan bisa dimakan mentah, sebagai bagian dari salad, dan dalam bentuk acar.

5. Okra

Ini penuh dengan nutrisi seperti potasium, vitamin B dan C, asam folat, serat, dan kalsium. Kandungan seratnya yang tinggi dikaitkan dengan pengelolaan diabetes, sesuai penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Journal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat makanan meningkatkan kontrol glikemik yang lebih baik dan meningkatkan sensitivitas insulin. Dengan GI rendah (17-20), okra bisa dimakan sebagai hidangan gurih dan kuah, dan juga bisa dipanggang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasangan Rumah Tangga Cenderung Alami Masalah Kesehatan yang Sama, Kok Bisa?

Pasangan Rumah Tangga Cenderung Alami Masalah Kesehatan yang Sama, Kok Bisa?

Health | Minggu, 26 September 2021 | 11:15 WIB

Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Sabtu, 25 September 2021 | 14:58 WIB

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

Lifestyle | Sabtu, 25 September 2021 | 13:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB