Array

Selain Praktis Bagi Pasien, Telemedicine Juga Memudahkan Dokter Lakukan Pemantauan

Selasa, 28 September 2021 | 12:32 WIB
Selain Praktis Bagi Pasien, Telemedicine Juga Memudahkan Dokter Lakukan Pemantauan
Telemedicine. (Elements Envanto)

Suara.com - Pemakaian telemedicine diperkirakan akan terus berlanjut meski pandemi Covid-19 telah lebih terkendali. Bukan hanya memudahkan pasien, telemedicine juga berguna bagi dokter dalam proses pemantauan kondisi kesehatan pasiennya.

"Pemantauan kesehatan yang berbasis digital, baik di masa pandemi maupun pasca pandemi, mungkin akan terus mengalami perkembangan. Jadi mungkin tidak akan kembali pada pola praktik sebelumnya, baik pada pasien yang dirawat maupun di rumah sakit ataupun isolasi mandiri dan sebagainya," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Hermawan, Sp.JP., dalam webinar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Selasa (28/9/2021).

Meski pasien dan dokter hanya berkomunikasi secara daring melalui telemedicine, sebenarnya banyak hal yang bisa dipantau, kata dokter Hermawan.

Ia mencontohkan, pasien yang memiliki gangguan irama jantung bisa dipantau secara berkala dari jarak jauh berdasarkan data rekam dari smartphone, smartwatch, ataupun aplikasi tertentu.

Penggunaan platform kesehatan tersebut jadi membantu pasien tidak harus selalu datang ke rumah sakit untuk periksa elektrokardiogram untuk tahu aktivitas listrik jantung.

"Mungkin bisa dilakukan di rumah dengan berbasis yang ada smartphone dan lain sebagainya. Ini yang menjadi tantangan kita di masa depan, karena instruksi ini nantinya akan kita hadapi. Masyarakat tentu berharap bahwa telemedicine ini akan lebih efektif, dari segi biaya menghemat biaya transportasi," ucapnya.

Selain itu, data kesehatan yang didapatkan oleh dokter juga bisa secara real time. Pada pasien gangguan irama jantung, hal sangat berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan yang mungkin tidak alami gejala apapun namun sebenarnya denyut nadi telah mulai melemah.

Pemantauan secara telemedicine memungkinkan kondisi kesehatan pasien diketahui lebih cepat, sehingga penanganan medis bisa dilakukan segera.

"Kita perlu melakukan pemantauan pada mereka yang mungkin tidak ada keluhan, mungkin tidak ada gejala tapi memiliki risiko seperti pasien dengan gangguan irama jantung. Pasien dengan gangguan irama jantung tentunya memiliki resiko terjadinya stroke," pungkasnya.

Baca Juga: Resep Herbal, Air Kelapa Muda Sebagai Pembersih Liver ala Dokter Zaidul Akbar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya βž”
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya βž”
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya βž”
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI