Ahli: Obesitas Anak Jadi Tantangan Kesehatan Jangka Panjang yang Serius

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Selasa, 28 September 2021 | 15:55 WIB
Ahli: Obesitas Anak Jadi Tantangan Kesehatan Jangka Panjang yang Serius
Ilustrasi anak obesitas atau kegemukan. (Shutterstock)

Suara.com - Obesitas anak disebut menjadi tantangan kesehatan jangka panjang di dunia paling serius. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir dari India Express, para ahli sepakat bahwa dengan kenaikan angka obesitas anak yang tinggi dengan implikasi kesehatan yang serius, maka penting untuk segera mengalihkan fokus ke arah tersebut.

Dokter dan peneliti medis, Chris van Tulleken mengungkapkan dampak makanan ultra olahan pada tubuh anak-anak yang sedang berkembang. Dia menjelaskan bagaimana mengkonsumsinya dapat mengubah cara kerja tubuh dan otak anak.

Dokter Tulleken mendefinisikan obesitas sebagai penyakit yang disebabkan oleh makanan ultra-olahan seperti halnya kanker yang disebabkan oleh tembakau. 

"Di seluruh dunia, saya merasa ini adalah masalah yang lebih serius daripada virus corona," kata dokter Tullaken. 

“Ini menjadi perhatian besar karena tiga alasan. Pertama, obesitas pada anak saat ini tidak dapat disembuhkan. Kedua, anak obesitas bisa menjalani kehidupan yang sulit karena kesehatan fisik dan mental mereka terganggu. Terakhir, makan makanan olahan sangat buruk bagi lingkungan karena membutuhkan minyak kelapa sawit,” tambahnya.

Peneliti juga mengatakan bahwa, obesitas berjalan beriringan dengan malnutrisi. Banyak anak yang kelebihan berat badan juga menderita penyakit yang biasanya Anda kaitkan dengan tidak cukup makan. 

"Makanan ultra-olahan sangat rendah kandungan nutrisinya,” ujar dokter Tullaken.

Dokter Tulleken menyadari bahwa makanan ultra-olahan adalah satu-satunya alasan obesitas pada masa kanak-kanak. 

baca juga
Ilustrasi anak obesitas diolok-olok (bullying) oleh teman-temannya. (Shutterstock)
Ilustrasi anak obesitas. (Shutterstock)

“Makanan apapun yang dipasarkan dalam kemasan plastik dan memiliki bahan-bahan yang tidak Anda miliki di dapur Anda adalah makanan yang ultra olahan. Makanan ini dirancang untuk dimakan berlebihan,” imbuhnya. 

Menurut Tullaken, meskipun olahraga sangat baik untuk anak-anak, kurang olahraga bukanlah penyebab utama obesitas. Makanan adalah satu-satunya alasan obesitas di masa kanak-kanak. 

Obesitas bukan hanya masalah kesehatan masa kanak-kanak tetapi juga mengarah pada peningkatan masalah kesehatan selama masa dewasa. Diabetes tipe 2, nyeri sendi, peningkatan risiko kanker dan serangan jantung, depresi dan masalah pencernaan banyak disebabkan oleh obesitas di masa kanak-kanak.

Obesitas juga dapat menghambat pertumbuhan mental anak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Terkapar di Jalan sampai Warga Panggil Ambulans, Nakes Geleng-geleng Lihat Wujudnya

Ibu Terkapar di Jalan sampai Warga Panggil Ambulans, Nakes Geleng-geleng Lihat Wujudnya

News | Selasa, 28 September 2021 | 15:29 WIB

Sudah Dibuka, Berikut 5 Tips Aman Nonton Bioskop saat Pandemi

Sudah Dibuka, Berikut 5 Tips Aman Nonton Bioskop saat Pandemi

Your Say | Selasa, 28 September 2021 | 15:03 WIB

Berhubungan Seks Secara Teratur Dapat Melawan Flu dan Pilek

Berhubungan Seks Secara Teratur Dapat Melawan Flu dan Pilek

Bekaci | Selasa, 28 September 2021 | 15:05 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB