alexametrics

Bagi Anak Laki-Laki, Aktif Olahraga Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Bagi Anak Laki-Laki, Aktif Olahraga Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental
Ilustrasi anak aktif dengan kegiatan latihan fisik seperti main sepak bola. (Shutterstock)

Anak laki-laki rutin berolahraga memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Suara.com - Ingin anak laki-laki Anda memiliki kesehatan mental yang baik? Membuatnya rutin berolahraga mungkin bisa menjadi salah satu solusi. 

Melansir dari Medicinenet, sebuah penelitian baru dari Kanada menunjukkan bahwa anak laki-laki yang aktif secara fisik cenderung tak mengalami cemas atau depresi. Penelitian ini disusun oleh University of Montreal.

"Kami ingin mengklarifikasi hubungan timbal balik jangka panjang pada anak-anak usia sekolah antara partisipasi dalam olahraga erta gejala depresi dan kecemasan," kata Marie-Josée Harbec, dari School of Psychoeducation di University of Montreal, di Kanada. 

"Kami juga ingin memeriksa apakah hubungan ini bekerja secara berbeda pada anak laki-laki dan perempuan antara usia 5 hingga 12 tahun," imbuhnya. 

Baca Juga: Viral Pemuda Sambut Jamaah dan Rapihkan Sendal di Masjid Ternyata Anak Orang Kaya, Siapa?

Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan data dari Quebec Longitudinal Study of Child Development. Mereka memusatkan perhatian pada anak-anak yang lahir pada tahun 1997 hingga 1998.

Orang tua dari 690 anak laki-laki dan 748 anak perempuan melaporkan partisipasi anak-anak mereka dalam olahraga pada usia 5 tahun.  Guru mereka memberikan informasi tentang gejala gejala tekanan emosional yang diamati pada anak-anak dari usia 6 hingga 10 tahun.

Anak Olahraga. (Elements Envato)
Anak Olahraga. (Elements Envato)


"Kami menemukan bahwa anak laki-laki berusia 5 tahun yang tidak pernah berpartisipasi dalam olahraga lebih mungkin antara usia 6 hingga 10 terlihat tidak bahagia dan lelah, mengalami kesulitan bersenang-senang, banyak menangis, dan tampak takut atau khawatir," catat peneliti.
 
"Anak laki-laki yang menunjukkan tingkat gejala depresi dan kecemasan yang lebih tinggi selama masa kanak-kanak pertengahan kemudian kurang aktif secara fisik pada usia 12 tahun juga (berisiko mengalami kesulitan)," imbuh mereka.

Penulis penelitian menyatakan bahwa mereka tidak menemukan perubahan signifikan pada anak perempuan. Temuan ini dipublikasikan pada Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics.

Baca Juga: Gojek - AMSI Gelar Penghargaan Karya Jurnalistik Kreasi Pewarta Anak Bangsa 2021

Komentar