Hasil Riset Ungkap bahwa Olahraga Bisa Menjadi Terapi Tambahan Sleep Apnea

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 28 September 2021 | 17:55 WIB
Hasil Riset Ungkap bahwa Olahraga Bisa Menjadi Terapi Tambahan Sleep Apnea
Ilustrasi peregangan. (Shutterstock)

Suara.com - Olahraga dapat membantu mengurangi gejala gangguan tidur. Hal ini yang juga bisa meningkatkan fungsi otak. 

Melansir dari Medical Xpress, olahraga bisa menjadi pengobatan tambahan yang berguna untuk orang-orang dengan apnea tidur obstruktif sedang hingga berat.

Kondisi ini ditandai dengan mendengkur keras dan pernapasan terganggu serta dyang apat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penurunan kognitif. 

Apnea tidur biasanya diobati dengan continuous positive airway pressure atau CPAP. 

"Olahraga tampaknya menjadi pengobatan non-farmakologis yang menarik dan bisa menjadi [terapi]  tambahan," kata pemimpin peneliti Linda Massako Ueno-Pardi, seorang profesor di Sekolah Seni, Sains dan Humaniora di Universitas São Paulo di Brasil.

Menurut pernyataan ilmiah oleh American Heart Association yang diterbitkan pada bulan Juni, antara 40 persen hingga 80 persen orang dengan penyakit kardiovaskular mengalami sleep apnea.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan obesitas, yang dapat mempersempit jalan napas di bagian belakang tenggorokan, sehingga lebih sulit bernapas saat berbaring. 

Ilustrasi Tidur Lampu Dimatikan (pexels)
Ilustrasi Tidur Lampu Dimatikan (pexels)


Merokok, riwayat keluarga, hidung tersumbat, tidur terlentang, minum alkohol, memiliki leher yang lebih tebal atau tenggorokan yang sempit dan beberapa kelainan hormon juga dapat menyebabkan kondisi tersebut. Beberapa kondisi medis, seperti diabetes tipe 2, juga meningkatkan risiko sleep apnea.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan orang dengan sleep apnea mengalami penurunan metabolisme glukosa otak atau kemampuan otak. Hal ini dapat mengganggu fungsi kognitif.

Temuan ini dilaporkan minggu pada konferensi virtual AHA's Hypertension Scientific Sessions, dianggap sebagai pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.

"Penelitian ini membuat kasus yang bagus mengapa olahraga harus ditambahkan ke strategi pengobatan untuk sleep apnea," kata Michael Grandner, direktur Sleep and Health Research Program dan profesor psikiatri di University of Arizona College of Medicine di Tucson. Dia tidak terlibat dalam penelitian.

"Mesin CPAP tidak banyak membantu mengatasi obesitas, penyebab terbesar apnea tidur obstruktif. Olahraga mungkin efektif dalam mengurangi kelebihan lemak di sekitar saluran udara yang mempersulit orang untuk bernapas di malam hari, yang menyebabkan apnea tidur," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Kebiasaan Masyarakat Saat Pandemi, Pebisnis Ini Masuki Bisnis Perlengkapan Olahraga

Soroti Kebiasaan Masyarakat Saat Pandemi, Pebisnis Ini Masuki Bisnis Perlengkapan Olahraga

Lifestyle | Selasa, 28 September 2021 | 16:46 WIB

Atlet Dayung Sumbang Emas Perdana untuk Riau di PON Papua

Atlet Dayung Sumbang Emas Perdana untuk Riau di PON Papua

Riau | Selasa, 28 September 2021 | 15:00 WIB

Bagi Anak Laki-Laki, Aktif Olahraga Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental

Bagi Anak Laki-Laki, Aktif Olahraga Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental

Health | Selasa, 28 September 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB