Pasien Kanker Tiroid Perlu Rutin Cek Benjolan di Leher Meski Sudah Sembuh, Apa Sebabnya?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 30 September 2021 | 17:47 WIB
Pasien Kanker Tiroid Perlu Rutin Cek Benjolan di Leher Meski Sudah Sembuh, Apa Sebabnya?
Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien kanker tiroid yang telah selesai menjalani pengobatan disarankan tetap rutin melakukan skrining, dengan mengecek benjolan di leher. Apa sebabnya?

Menurut dokter spesialis kedokteran nuklir dari Universitas Padjadjaran, dr. Ryan Yudistiro, SpKN(K) Ph.D, FANMB, kanker tiroid bisa saja kambuh kembali dan kemungkinan penyebaran biasanya dimulai dari leher, sehingga meraba leher menjadi rekomendasi.

Kanker tiroid umumnya menyerang kelenjar tiroid yang terletak tepatnya di bawah jakun, berbentuk seperti perisai. Kelenjar ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dan fungsi lainnya seperti suhu.

"Kita lihat ada kekambuhan atau tidak, ada penyebaran kelenjar getah bening di leher atau tidak karena pertama kali kanker tiroid itu kambuh atau menyebar itu mulai di leher. Coba setiap bangun tidur, raba leher apakah ada benjolan baru atau tidak," ujar dia dalam webinar yang diselenggarapan Vipmed Specialist Team bertajuk "Kanker Tiroid Sudah Menyebar, Harus Bagaimana?" dilansir ANTARA.

Ilustrasi leher, tiroid (Pixabay/LUM3N)
Ilustrasi leher, tiroid (Pixabay/LUM3N)

Bila benjolan ditemukan, maka pasien perlu berkonsultasi pada dokter yang merawatnya. Selanjutnya, dokter umumnya meminta pasien melakukan pemeriksaan USG leher dan pemeriksaan laboratorium seperti TSH, tiroglobulin antigen sebagai penanda tumor dan tiroglobulin antibodi dan whole body scan bila diperlukan.

Pemeriksaan ini, menurut Ryan untuk mengonfirmasi benjolan yang muncul merupakan kekambuhan, metastasis (penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan tubuh ke jaringan tubuh lainnya) atau bukan di antara keduanya.

Kanker tiroid termasuk peringkat 10 besar kanker di Indonesia dan peringkat kelima pada wanita. Sekitar 20 persen pasien berisiko mengalami metastasis dan dari angka ini terdapat perluang terjadinya refrakter atau tidak respon terhadap terapi ablasi iodium radioaktif (RAI).

Saat refrakter terjadi, maka pengobatan yang semula mencakup tiga hal yakni operasi, RAI dan terapi hormon tiroid bisa menjadi lebih rumit. Di sisi lain, angka hidup pasien diprediksi lebih pendek dibandingkan mereka yang merespon baik terapi RAI.

Terapi RAI berfungsi untuk memberikan sisa jaringan tiroid fungsional setelah operasi tiroidektomi total dan menurunkan risiko kekambuhan dan kematian.

Menurut Ryan, sebenarnya tiga pengobatan ini apabila bisa berjalan optimal bisa meningkatkan angka harapan hidup pasien. Hanya saja, ada peluang refrakter yang dikhawatirkan baik itu oleh dokter maupun pasien.

"Kadang kala suka ada yang responnya enggak sempurna, ini disarankan PET/CT," kata Ryan.

Pada mereka yang tidak merespon terapi RAI, maka diusahakan pengobatan ablasi dosis tinggi. Tetapi sebelumnya, dokter biasanya menyarankan rediferensiasi untuk membuka saluran-saluran iodium di sel tiroid yang sempat tertutup. Peluang keberhasilan terapi ini sekitar 50 persen. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Health | Rabu, 23 April 2025 | 14:44 WIB

Kenali 5 Penyebab Benjolan di Leher, dari yang Ringan hingga Berbahaya

Kenali 5 Penyebab Benjolan di Leher, dari yang Ringan hingga Berbahaya

Health | Senin, 18 November 2024 | 07:05 WIB

Warga yang Tinggal di Lereng Gunung Rentan Gangguan Tiroid, Ini Penyebabnya

Warga yang Tinggal di Lereng Gunung Rentan Gangguan Tiroid, Ini Penyebabnya

Health | Selasa, 05 November 2024 | 18:14 WIB

7 Penyebab Benjolan di Tangan yang Wajib Anda Waspadai!

7 Penyebab Benjolan di Tangan yang Wajib Anda Waspadai!

Health | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 21:41 WIB

Pernah Muncul Benjolan di Leher? Kenali Penyebab serta Penanganannya

Pernah Muncul Benjolan di Leher? Kenali Penyebab serta Penanganannya

Health | Kamis, 03 Oktober 2024 | 15:05 WIB

Sering Tak Terasa di Awal, Kenali Tanda-Tanda Terkena Kanker Tiroid

Sering Tak Terasa di Awal, Kenali Tanda-Tanda Terkena Kanker Tiroid

Health | Jum'at, 19 Juli 2024 | 09:47 WIB

Bikin Deg-degan, Benjolan di Leher Benarkah Ciri Kanker dan Tumor? Ini Kata Dokter

Bikin Deg-degan, Benjolan di Leher Benarkah Ciri Kanker dan Tumor? Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 07 September 2023 | 14:50 WIB

Benjolan di Area Vagina Bisa Bikin Panik Wanita, Apa Saja Penyakit yang Perlu Diwaspadai?

Benjolan di Area Vagina Bisa Bikin Panik Wanita, Apa Saja Penyakit yang Perlu Diwaspadai?

Health | Selasa, 11 Juli 2023 | 14:30 WIB

Jangan Terlambat! Kenali 5 Tanda Tumor Payudara dari Sekarang!

Jangan Terlambat! Kenali 5 Tanda Tumor Payudara dari Sekarang!

Your Say | Selasa, 02 Mei 2023 | 17:33 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB