Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 23 April 2025 | 14:44 WIB
Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita
Deteksi kanker payudara. (Freepik)

Suara.com - Ketika seseorang menemukan benjolan di payudaranya, ketakutan akan kanker sering kali menjadi reaksi pertama. Bahkan, penyakit ganas itu dianggap menjadi momok yang akan mengancam jiwa seseorang. 

Namun, menurut dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, tidak semua benjolan di payudara adalah pertanda kanker ganas.

“Jadi tidak semua benjolan berarti keganasan (kanker), dan tidak semua keganasan harus langsung dioperasi,” ujarnya dikutip dari ANTARA pada Rabu (23//4/2025). 

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menekankan bahwa langkah pertama dan paling penting ketika seseorang menemukan benjolan adalah melakukan biopsi.

Perlu diketahui, Biopsi adalah prosedur medis di mana sampel jaringan diambil dari benjolan dan diperiksa di laboratorium. Hasil dari biopsi inilah yang akan menjadi dasar penentuan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau ganas.

“Yang perlu terus-menerus diedukasi kepada masyarakat adalah bahwa benjolan itu harus diperiksa lebih lanjut, dan tidak bisa disimpulkan hanya dari perabaan atau dugaan,” tambah Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu. 

Melalui pemeriksaan yang akurat, dokter bisa menentukan jenis kanker yang diderita pasien, bila memang terbukti ganas. Dari sana, pengobatan yang tepat bisa dirancang apakah melalui operasi, kemoterapi, radiasi, atau terapi hormonal.

“Dengan pemeriksaan imunohistokimia (IHK), kita bisa tahu karakter sel kanker. Dari situ, baru kita bisa tahu obat apa yang paling sesuai untuk menyerang kanker tersebut,” jelas dr. Andhika.

Salah satu kekeliruan umum di masyarakat adalah anggapan bahwa semua kanker payudara harus ditangani dengan pengangkatan payudara secara total atau prosedur mastektomi radikal.

baca juga

Padahal, menurut dr. Andhika, pengobatan modern kini memungkinkan tindakan yang lebih konservatif dan tidak selalu melibatkan pengangkatan seluruh jaringan payudara.

“Dengan kemajuan terapi dan diagnosis dini, benjolan bisa lebih dulu dikecilkan dengan terapi sehingga tindakan operasi pun menjadi lebih minimalis,” jelasnya. Ini berarti, pasien berpeluang besar mempertahankan bentuk payudara mereka tanpa mengurangi efektivitas pengobatan.

Namun ia juga mengingatkan bahwa terdapat praktik yang kadang terlalu terburu-buru dalam menyarankan mastektomi, dan karena itu penting bagi pasien untuk bersikap kritis dan proaktif terhadap pengambilan keputusan.

“Pasien punya hak untuk bertanya, berpikir, dan mempertimbangkan pilihan. Jangan merasa harus segera menyetujui operasi tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang dihadapi,” tutur Dokter Andika. 

Untuk deteksi awal, ia menyarankan agar perempuan di atas usia 40 tahun secara rutin melakukan pemeriksaan mamografi dan USG payudara. Langkah ini penting untuk mendeteksi kemungkinan kanker sejak dini, sebelum menyebar lebih luas dan menjadi lebih sulit ditangani.

“Saya selalu tekankan, pasien memiliki hak untuk sabar. Hak untuk tahu lebih banyak. Tidak perlu langsung terburu-buru ke meja operasi,” ujarnya tegas.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan kanker payudara, pesan dr. Andhika mengingatkan kita bahwa edukasi yang tepat dan penghormatan terhadap hak pasien adalah dua hal yang sama pentingnya dengan tindakan medis itu sendiri. Kanker payudara, seperti banyak jenis kanker lainnya, membutuhkan penanganan yang personal dan berbasis data—bukan ketakutan.

Sebagai penutup, dr. Andhika menekankan pentingnya kolaborasi antara pasien dan dokter. Keputusan medis yang baik adalah keputusan yang diambil bersama, dengan pemahaman menyeluruh tentang kondisi, risiko, dan pilihan yang tersedia.

“Ketika pasien paham apa yang sedang dihadapi, maka proses penyembuhan juga bisa berjalan dengan lebih tenang, lebih manusiawi,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melahirkan Normal Tingkatkan Risiko Kanker Serviks? Dokter Ungkap Fakta Penting HPV

Melahirkan Normal Tingkatkan Risiko Kanker Serviks? Dokter Ungkap Fakta Penting HPV

Health | Selasa, 22 April 2025 | 16:27 WIB

Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:29 WIB

Stop Konsumsi Berlebihan! Ini 6 Makanan yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Tanpa Disadari

Stop Konsumsi Berlebihan! Ini 6 Makanan yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Tanpa Disadari

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 11:19 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×