Update Covid-19 Global: Kasus Mingguan Indonesia Lebih Rendah dari Negara ASEAN Lain

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:41 WIB
Update Covid-19 Global: Kasus Mingguan Indonesia Lebih Rendah dari Negara ASEAN Lain
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Pixabay/cromaconceptovisual)

Suara.com - Jumlah kasus Covid-19 di dunia telah mencapai 236 juta, dengan angka kematian sebanyak 4,82 juta jiwa. Data diambil per Selasa (5/10) pukul 07.00 WIB, dikutip dari worldometers.

Angka tersebut telah ditambah dengan kasus positif baru dalam 24 jam terakhir di dunia sebanyak 315.545 dan kematian harian 4.509 jiwa.

Meski masih bertambah, namun dalam sepekan terakhir, kasus positif baru dunia turun 9 persen. Tidak ada negara yang melaporkan infeksi hingga satu juta kasus dalam sepekan.

Angka kematian mingguan di dunia juga turun 9 persen. Terbanyak dilaporkan Amerika Serikat dengan jumlah 10.861 jiwa dalam tujuh hari, turun 15 persen dibandingkan dua minggu lalu.

Kasus Mingguan Indonesia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Di antara negara Asia Tenggara lain, Indonesia termasuk negara yang alami penurunan kasus positif mingguan. Yakni sebanyak 35 persen, dari dua pekan sebelumnya 17.250 kasus menjadi 11.271 kasus dalam sepekan terakhir.

Kasus positif mingguan Indonesia lebih rendah dari lima negara ASEAN lain. Meski begitu rata-rata kasus baru mingguan di negara-negara tersebut juga alami penurunan.

Seperti Filipina turun 18 persen menjadi 102.434 kasus, Malaysia turun 21 persen menjadi 79.330 kasus, Thailand turun 11 persen menjadi 75.794.

Juga Vietnam turun 25 persen 51.889 kasus. Hanya Singapura yang masih alami kenaikan kasus positif hingga 58 persen menjadi 15.951 kasus.

Setelah melewati gelombang kedua kasus positif pada Juli-Agustus lalu, Indonesia mencapai kasus harian terendah sejak Juni tahun lalu dengan hanya menemukan infeksi baru kurang dari seribu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan pemerintah mendorong peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh Indonesia untuk rangka mempertahankan kelandaian kasus Covid-19.

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Vihara Avalokitesvara, Mangga Besar, Jakarta, Minggu (29/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Vihara Avalokitesvara, Mangga Besar, Jakarta, Minggu (29/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Namun vaksin tidak dapat menjadi satu-satunya tameng kita dalam menghadapi pandemi ini," kata Wiku dalam konferensi pers virtual beberapa hari lalu.

Ia menekankan bahwa vaksinasi, terutama jika hanya dosis pertama dan tidak dibarengi kepatuhan protokol kesehatan maka tidak dapat menjamin lonjakan kasus untuk tidak terjadi lagi.

Wiku mengingatkan, dengan mobilitas yang mulai meningkat serta aktivitas sosial ekonomi yang sudah mulai kembali berjalan di Indonesia saat ini, seluruh masyarakat harus tetap disiplin protokol kesehatan.

"Sehingga kita tidak harus kembali belajar melalui lonjakan kasus selanjutnya," kata Wiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arus Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Naik 161 Persen, Jakarta Rute Paling Diminati

Arus Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Naik 161 Persen, Jakarta Rute Paling Diminati

Bali | Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:32 WIB

Wow, Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Masuk 5 Besar Terbaik Dunia

Wow, Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Masuk 5 Besar Terbaik Dunia

Kaltim | Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:12 WIB

Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes

Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes

Sumsel | Selasa, 05 Oktober 2021 | 07:47 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB