Anak Jadi Korban Perundungan, Haruskah Orangtua Balas Dendam ke Pelaku?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:20 WIB
Anak Jadi Korban Perundungan, Haruskah Orangtua Balas Dendam ke Pelaku?
Ilustrasi perundungan. Pixabay.com

Suara.com - Setiap orangtua pasti akan marah dan emosi saat mendapati anaknya menjadi korban perundungan atau bully. Bahkan tak jarang orangtua akan langsung menghampiri pelaku dan membuat perhitungan.

Namun tindakan ini tidak direkomendasikan Psikolog Klinis Anna Surti Ariani. Alih-alih menyelesaikan masalah, tindakan tersebut dianggap malah akan memperkeruh suasana dan orangtua malah berbalik jadi pelaku bullying.

"Kayaknya jangan kita menghakimi, pelaku apalagi cuma tahu dari satu sisi. Maka sebetulnya perilaku kita ketika menghukum bisa juga dianggap bullying kepada anak tersebut," ujar Anna dalam acara diskusi EU Social DigiThon beberapa waktu lalu.

Menurut anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu, bukan tidak mungkin orangtua akan dituntut balik atas tuduhan perundungan terhadap anak-anak.

Sehingga solusi terbaik yang bisa dilakukan orangtua adalah melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang berwenang. Misalnya, apabila bullying dilakukan di media sosial maka bisa laporkan ke pengelola aplikasi, melalui fitur lapor.

Lalu apabila bullying dilakukan di sekolah bisa dilaporkan ke guru atau pihak sekolah, agar menelusuri kejadian yang sesungguhnya. Termasuk bila terjadi tempat umum, bisa dilaporkan ke pihak berwajib seperti polisi.

"Mereka yang nanti akan membantu menindak," imbuh Anna.

Tapi sebelum melakukan tindakan, langkah utama yang perlu dilakukan adalah lebih dulu melindungi dan membuat anak korban bullying merasa aman dan nyaman.

Selain itu, Anna juga mengungkap bahwa pada dasarnya anak yang jadi pelaku bullying adalah korban dari lingkungan, seperti ia ingin merasa kuat, harga dirinya rendah, kurang berempati, ingin populer dan belum sadar akan dampak bullying yang dilakukan.

"Belum tentu pelaku adalah pelaku. Sebenarnya sampai seseorang melakukan bullying mungkin kurang cinta kepada dirinya, tidak percaya diri, dan sebagainya," pungkas Anna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Startup Anak Bangsa, Klikdaily Menangkan Lisensi Media Piala Dunia 2022 dan U-20 2023

Startup Anak Bangsa, Klikdaily Menangkan Lisensi Media Piala Dunia 2022 dan U-20 2023

Press Release | Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:07 WIB

Viral Pesan Shah Rukh Khan Buat Aryan Khan di Tahun 1997: Boleh Pakai Narkoba

Viral Pesan Shah Rukh Khan Buat Aryan Khan di Tahun 1997: Boleh Pakai Narkoba

Entertainment | Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:52 WIB

Beri Nama Anak 19 Kata, Orang Tua Viral Kirim Surat ke Jokowi

Beri Nama Anak 19 Kata, Orang Tua Viral Kirim Surat ke Jokowi

Sumsel | Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:26 WIB

Terkini

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB