Dibuat Selama 30 Tahun, WHO Izinkan Vaksin Mosquirix untuk Pasien Malaria Anak

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 07 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Dibuat Selama 30 Tahun, WHO Izinkan Vaksin Mosquirix untuk Pasien Malaria Anak
Ilustrasi obat malaria

Suara.com - Vaksin mosquirix jadi vaksin malaria anak pertama dunia yang telah diakui organisasi kesehatan dunia WHO. Proses pembuatan vaksin sendiri memakan waktu 30 tahun lamanya.

Vaksin mosquirix untuk malaria ini bekerja untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap plasmodium falciparum, yaitu parasit penyebab malaria paling mematikan dan paling umum di Afrika.

Selain jadi vaksin pertama yang diakui WHO, vaksin ini juga merupakan vaksin pertama yang menyelesaikan uji klinis skala besar, dan menunjukan secara signifikan mengurangi keparahan malaria yang mengancam jiwa anak-anak di Afrika.

Bahkan menurut WHO, ini adalah vaksin pertama yang dikembangkan untuk melawan penyakit apapun yang disebabkan parasit.

"Ini adalah momen bersejarah. Vaksin malaria untuk anak-anak yang telah lama ditunggu-tunggu merupakan terobosan bagi ilmu pengetahuan, kesehatan anak, dan pengendalian malaria," ujar Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, mengutip Live Science, Kamis (7/10/2021)

Tedros menambahkan, penggunaan vaksin ini bisa menyelamatkan puluhan ribu jiwa usia muda setiap tahunnya.

Adapun vaksin ini sudah melewati serangkaian uji klinis skala besar yang dikembangkan perusahaan perawatan kesehatan Inggris, GlaxoSmithKline.

Vaksin mampu mencegah 4 dari 10 kasus malaria, dengan tingkat kemanjuran 39 persen, selama rentan waktu empat tahun dengan empat dosis berturut-turut yang diterima anak-anak.

Selain itu, vaksin ini juga bisa mencegah 3 dari 10 kasus malaria berat, dengan tingkat kemanjuran 29 persen.

baca juga

Setelah uji klinis berhasil, WHO lantas merekomendasikan agar vaksin diujicobakan di daerah tertentu seperti Ghana, Kenya, dan Malawi.

Menurut data WHO, Melalui program ini sejak 2019, lebih dari 800.000 anak di negara tersebut sudah divaksinasi.

Vaksin diberikan pada anak usia minimal 5 bulan, dan terbukti aman mengurangi 30 persen kasus malaria parah yang mematikan.

Saat ini malaria di daerah penularan tinggi bisa dikendalikan dengan penyemprotan rumah menggunakan insektisida sekali atau dua kali setahun, serta tidur di bawah kelambu berinsektisida.

Kandidat vaksin malaria lainnya yang sedang diuji, tengah dikembangkan para peneliti di University of Oxford, dengan kemanjuran 77 persen pada uji klinis tahap awal, dan saat ini sedang menjalani uji klinis skala besar.

Dan jika ini berhasil, maka ini jadi satu-satunya vaksin malaria yang berhasil melewati target WHO, di mana vaksin malaria mencapai setidaknya minimal 75 persen kemanjuran di 2030 mendatang.

Maria adalah penyakit yang disebabkan parasit, dan sudah ada selama ribuan tahun, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Malaria sudah membunuh lebih dari 400.000 orang di seluruh dunia setiap tahun, terutama di Afrika sub-Sahara.

Lebih dari 260.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap tahunnya karena malaria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Menolak dan Klaim Bebas Covid-19, Korut Akhirnya Terima Bantuan Medis WHO

Sempat Menolak dan Klaim Bebas Covid-19, Korut Akhirnya Terima Bantuan Medis WHO

News | Kamis, 07 Oktober 2021 | 11:23 WIB

Berbahaya Bagi Jantung, Swedia dan Denmark Setop Penggunaan Vaksin Moderna ke Usia Muda

Berbahaya Bagi Jantung, Swedia dan Denmark Setop Penggunaan Vaksin Moderna ke Usia Muda

News | Kamis, 07 Oktober 2021 | 10:07 WIB

Kembali Dibuka, Pengunjung Bioskop Wajib Vaksin, Anak Dibawah 12 Tahun Dilarang Masuk

Kembali Dibuka, Pengunjung Bioskop Wajib Vaksin, Anak Dibawah 12 Tahun Dilarang Masuk

Kaltim | Kamis, 07 Oktober 2021 | 09:40 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×