alexametrics

Indonesia Diprediksi akan Hadapi Gelombang Ketiga Pandemi, IDI Ingatkan Hal Ini

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Indonesia Diprediksi akan Hadapi Gelombang Ketiga Pandemi, IDI Ingatkan Hal Ini
Pengunjung berdiri di salah satu pusat perbelanjaan pada masa PPKM Level 4 di Jakarta, Senin (26/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

IDI ungkap beberapa hal yang perlu diperhatikan, menyusul prediksi para ahli epidemiolog bahwa Indonesia akan menghadapi lonjakan pandemi Covid-19 ketiga di akhir 2021.

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia atau IDI ungkap beberapa hal yang perlu diperhatikan, menyusul prediksi para ahli epidemiolog bahwa Indonesia akan menghadapi lonjakan pandemi Covid-19 ketiga di akhir 2021.

Catatan itu meliputi peningkatan kapasitas testing, tracing, treatment (3T) orang yang terinfeksi Covid-19, tapi sudah divaksinasi.

"Beberapa pakar masih memberikan catatan, terkait kapasitas 3T kita, terkait dengan testing dan treatment kita, terutama di di testing dan tracing yang belum mencapai standar WHO," ujar Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Mahesa Paranadipa saat konferensi pers Tim Mitigasi PB IDI, Selasa (12/10/2021).

Adapun standar organisasi kesehatan dunia atau WHO, setiap satu kasus konfirmasi Covid-19 ditemukan harus 30 orang yang melakukan kontak erat dengan orang tersebut harus ditracing atau dites.

Baca Juga: Tak Ingin Ada Gelombang Ketiga Covid-19, Ganjar Ingatkan Prokes dan Genjot Vaksinasi

Ilustrasi memakai masker saat PPKM. (PIXABAY/IQBALNURIL)
Ilustrasi memakai masker saat PPKM. (PIXABAY/IQBALNURIL)

Sedangkan menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjantio, saat ini Indonesia masih berkutat dengan rasio 1:1, alih-alih 1:30 seperti standar WHO.

Hal inilah yang menurut dr. Mahesa perlu jadi pelajaran dan catatan semua pihak, termasuk kepala daerah di kabupaten kota hingga provinsi.

"Karena pemeriksaan ini hanya beberapa kepala daerah yang mampu, pemeriksaan secara mandiri memang diharapkan sesuai standar WHO," tutur dr. Mahesa.

Selain itu, pelacakan surveilans genom sequencing juga perlu ditambah kapasitasnya, khususnya pada orang yang tetap terinfeksi meski sudah divaksinasi Covid-19 lengkap.

Whole genom sequencing adalah kegiatan pengurutan genom (struktur) virus yang menyebar dan menginfeksi beberapa orang dalam satu wilayah.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Pemkot Bandung Lakukan Ini

"Jadi seharusnya ketika sudah divaksinasi, lalu terkonfirmasi maka seharusnya dilakukan genom sequencing untuk melihat varian virusnya," imbuhnya.

Komentar