alexametrics

Pandemi Covid-19 Jadi Momen Kampanyekan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun

Bimo Aria Fundrika
Pandemi Covid-19 Jadi Momen Kampanyekan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun
Cuci tangan pakai sabun untuk mencegah virus corona covid-19. (Shutterstock)

Perilaku CTPS merupakan pencegahan efektif untuk mencegah berbagai jenis penyakit terutama penyakit menular di masa pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi menambahkan, kampanye cuci tangan yang termasuk dalam protokol kesehatan Covid-19 yang telah dilakukan Satgas Covid-19 menunjukkan perubahan positif.

"Kami ada dashboard monitong perubahan perilaku. Skor kepatuhan cuci tangan pada Januari 2021 di angka 6,58. Angka ini berubah pada Oktober 2021 menjadi 8,03. Ini dari big data yang dilaporkan duta perubahan perilaku dari personil polri/tni di masyarakat," kata Sonny.

Dari pihak swasta juga mendukung dalam aksi nyata CTPS. Regional Advisor USAID Harlan Hale mengatakan, water sanitasi and hygine (WASH) adalah sektor paling penting yang didukung USAID selama terjadi bencana dan krisis kemanusiaan. Menurut Hale, peran penting WASH untuk memelihara kesehatan dan kesejahtaraan manusia di daerah bencana atau daerah di mana terjadi krisis kemanusiaan.

"Jika infratruktur rusak dan manusia mengungsi saat bencana. Ketika mereka pindah ke pengungsian dan terjadi kumpulan masa maka itu hal paling rentan terjadi transmisi penyakit menular. Jadi mempraktikan gaya hidup bersih, penyediaan fasilitas sanitasi, dan praktek cuci tangan pakai sabun adalah cara paling efektif untuk memutus mata rantai penularan tersebut," kata Hale.

Baca Juga: Tak Hanya Covid-19, Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Juga Bisa Cegah Dua Penyakit Ini

Sementara itu Direktur Wings Group Indonesia, Ricky Tjahjono menyatakan CTPS merupakan program fundamental dan esensial. CTPS adalah program jangka panjang sehingga harus mempertimbangkan segala aspek agar program tersebut berhasil.

"Ada tiga aspek untuk keberhasilan CTPS. Pertama aspek edukasi dan komunikasi. Kedua fasilitas dan sarana. Ketiga material," ujarnya.

Ia menegaskan, agar CTPS menjadi bagian perilaku kehidupan di masyarakat maka tiga aspek itu harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak dan konsisten terus-menerus.

"Wings bekerjasama dengan berbagai pihak untuk hal ini, contoh kerjasama dengan Kemenkes, TNI/Polri, pemerintah kota, Kemendikbud, BNPB, Satgas Covid-19, pelaku usaha lain, bahkan UNICEF.Hanya dengan ini kita akan berhasil menjalankan CTPS berkesinambungan dan menjadi perilaku di masyarakat," kata Ricky.

PBB telah menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS). Terkait hal ini, pemerintah Indonesia bersama mitra terkait telah melakukan aksi nyata dalam membudayakan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) di semua tatanan masyarakat.

Baca Juga: Jadi Cara Cegah Covid-19, Ternyata 64 Juta Orang Indonesia Tak Punya Akses Cuci Tangan

Komentar