Jarang Kencing? Ketahui Frekuensi Normal Buang Air Kecil dalam Sehari

Yasinta Rahmawati
Jarang Kencing? Ketahui Frekuensi Normal Buang Air Kecil dalam Sehari
Ilustrasi menahan pipis (buang air kecil) atau nyeri haid. (Shutterstock)

Di sisi lain, perubahan frekuensi kencing bisa terkait dengan beberapa kondisi medis lain.

Suara.com - Berapa kali kencing dalam sehari mungkin menjadi hal yang sepele untuk diperhatikan. Namun sebenarnya, seberapa sering buang air kecil atau kencing dalam sehari dapat mengungkapkan kesehatan Anda.

Untuk frekuensi normal buang air kecil dalam sehari, Dr Sarita Channawar, konsultan dokter kandungan di Rumah Sakit Wockhardt, Mira Road menjawabnya.

"Pergi sekitar 4-10 kali untuk buang air kecil per hari adalah normal dan penting," kata Dr Channawar, dikutip dari Healthshots.

Namun rata-rata kebanyakan orang buang air kecil adalah empat sampai tujuh kali dalam sehari.

Sedangkan tidak buang air kecil sama sekali atau hanya sekali atau dua kali dalam sehari tidak sehat dan tidak dianjurkan.

Baca Juga: Bunda, Ini Lho Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pilih Popok Si Kecil Agar Terhindar dari Risiko Ruam Popok

Begitu pula jika Anda menyadari bahwa frekuensi kencing Anda meningkat secara tiba-tiba, itu juga tidak normal.

Perubahan frekuensi kencing ini bisa terkait dengan beberapa kondisi medis lain, seperti:

Seorang lelaki kencing di toilet. [shutterstock]
Seorang lelaki kencing di toilet. [shutterstock]

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi pada sistem kemih. Gejala-gejala kondisi ini termasuk buang air kecil yang menyakitkan, rasa sakit di sisi atau punggung bawah, dan perlu sering buang air kecil.

2. Sistitis interstisial

Baca Juga: Sempat Bikin Geger karena Potong Kelamin Anaknya Sendiri, Pria Inisial J Kini Bikin Ulah di Tahanan

Ini adalah kondisi kandung kemih yang menyakitkan yang menyebabkan sering buang air kecil. Rasa sakitnya berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga rasa sakit yang parah.

3. Kehamilan

Sering buang air kecil juga terlihat selama kehamilan, karena kandung kemih terjepit. Ini karena bayi cenderung mengambil lebih banyak ruang di dalam tubuh, kata Dr Channawar.

Ilustrasi toilet, urine dan buang air kecil (Pixabay/bzndenis)
Ilustrasi toilet, urine dan buang air kecil (Pixabay/bzndenis)

4. Penyakit ginjal

Sering buang air kecil bisa mengindikasikan penyakit ginjal, dan bermasalah jika disertai sakit perut dan demam yang menyebabkan ISK. Bila sering buang air kecil disertai dengan gejala lemas atau sulit tidur, urine bernoda darah, kehilangan nafsu makan, dan kram otot, sebaiknya periksakan ke dokter.

5. Diuretik

Minuman seperti kopi, teh, maupun alkohol bisa menyebabkan kondisi diuretik yang membuat Anda banyak buang air kecil. Selain itu, beberapa obat juga dapat memiliki efek samping diuretik.