alexametrics

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Cetak Rekor, Pembatasan Kegiatan di Moscow Diperketat

Bimo Aria Fundrika
Kasus Kematian Akibat Covid-19 Cetak Rekor, Pembatasan Kegiatan di Moscow Diperketat
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Presiden Vladimir Putin diperkirakan akan memutuskan pada hari Rabu tindakan pemerintah mana yang harus diterapkannya.

Suara.com - Walikota Moskow pada hari Selasa memerintahkan pembatasan atas virus corona pertama di kota itu sejak musim panas. Di saat yang sama Rusia mencatat 1.015 kematian COVID setiap hari, sebuah rekor baru.

Di tingkat nasional, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melarang orang bekerja selama seminggu untuk mengurangi kontak sosial dalam upaya menurunkan gelombang infeksi.

Presiden Vladimir Putin diperkirakan akan memutuskan pada hari Rabu tindakan pemerintah mana yang harus diterapkannya untuk mengekang penyebaran virus di negara tersebut.

Namun, pada Selasa, Walikota Moskow Sergei Sobyanin memerintahkan orang dengan usia 60 tahun ke atas yang tidak divaksinasi di ibukota untuk bekerja dari rumah dan memperpanjang vaksinasi wajib untuk pekerja layanan.

Baca Juga: Polresta Banda Aceh Tolak Laporan Korban Percobaan Perkosaan

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Pembatasan itu mulai berlaku Senin depan dan akan berlangsung hingga akhir Februari.

Sobyanin juga meminta pengusaha untuk memindahkan 30 persen staf mereka ke pekerjaan rumahan.

“Setiap hari jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dengan bentuk penyakit yang parah terus bertambah,” kata Sobyanin dalam sebuah pernyataan.

Jumlah pasien dalam kondisi serius telah "berlipat ganda" sejak akhir musim panas, tambahnya.

Langkah-langkah itu diumumkan setelah Rusia pada Selasa mencatat rekor tertinggi baru dalam 24 jam dari 1.015 kematian akibat virus corona, sehingga total resmi negara itu menjadi 225.325 – tertinggi di Eropa.

Baca Juga: Wapres Minta NU Turut Perangi Narasi Hoaks Mengenai Pandemi Covid-19

Tetapi angka yang diterbitkan oleh badan statistik Rosstat pada Oktober menunjukkan bahwa lebih dari 400.000 orang telah meninggal di negara itu akibat virus corona.

Komentar