Selective atau Picky Eater, Mana yang Lebih Berbahaya Bagi Anak?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:52 WIB
Selective atau Picky Eater, Mana yang Lebih Berbahaya Bagi Anak?
Ilustrasi anak picky eater. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Sejak anak mulai MPASI saat usia 6 bulan, ia akan mengenal jenis makanan dan berbagai rasa selain ASI. Pada periode itu hingga anak berusia 1 tahun, orangtua mungkin tidak sulit memberikan berbagai jenis makanan.

Namun, mulai beranjak 1 tahun ke atas dan masuk usia prasekolah atau di atas 2 tahun, anak sudah bisa memilih jenis makanan yang mau dikonsumsinya. Bahkan terkadang menolak makanan yang sudah disediakan. 

Dokter spesialis anak dr. Meta Hanindita, Sp.A., mengatakan, balita yang pilih-pilih makanan sebenarnya wajar terjadi. Sebab, mulai usia 1 tahun ke atas anak mengalami fase neophobia atau perasaan takut terhadap makanan baru.

"Ini fase yang sangat normal pada pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Fase neophobia ini merupakan mekanisme survival seorang anak yang sedang aktif supaya tidak makan makanan yang bukan makanan. Karena sebelumnya kan, usia di bawah 1 tahun, dia sering memasukan berbagai macam benda ke dalam mulut," jelas dokter Meta saat siaran langsung Instagram bersama Tasya Kamila, Rabu (20/10/2021).

Fase neophobia itu akan mencapai puncaknya saat anak berusia 2 tahun. Kemudian akan berangsur-angsur menghilang sekitar usia 6 tahun. Walaupun pada beberapa anak ada juga yang terbawa hingga dewasa.

Dokter Meta menambahkan, selama fase neophobia itu anak kemungkinan bisa mengalami picky eater ataupun selective eater. Keduanya berbeda meskipun sama-sama menunjukan sikap balita yang pilih-pilih makanan.

Ia menjelaskan, perilaku picky eater terlihat dari sikap anak yang tidak mau konsumsi satu jenis makanan dari kelompok sumber nutrisi tertentu. Namun masih mau memakan makanan lain dengan kandungan nutrisi serupa.

"Misalnya, anak benar-benar gak mau makan nasi, itu kan jadi sumber karbohidrat. Tapi kalau diajak makan karbohidrat lain, misalnya kentang, ubi, atau roti masih mau. Itu termasuk picky eater," jelasnya.

Sedangkan selective eater, anak benar-benar tidak mau mengonsumsi makanan apa pun dari kelompok sumber nutrisi. Misalnya, segala makanan yang menjadi sumber karbohidrat ditolak oleh anak. 

baca juga

Dilihat dari perbedaan tersebut, dokter Meta mengatakan, kalau picky eater sebenarnya tergolong normal dan masih aman bagi anak dibandingkan selective eater.

"Kalau selective eater ini bisa jadi karena gangguan patologis. Misalnya karena ada autism, karena ada kelainan sensori, ada gangguan keterlambatan motorik, dan lain sebagainya. Seharusnya orangtua cari tahu dulu kapan harus dibawa ke dokter anak," ucapnya.

Dokter Meta mengingatkan, jangan sekali-kali mendiagnosis sendiri gangguan makan yang terjadi pada anak. Sebab akan mempengaruhi cara penangannya hingga bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.

"Dokter juga tidak semudah itu dalam mendiagnosis, harus anamnesis atau lakukan interview yang mendalam, harus lakukan pemeriksaan yang mendalam untuk bisa mengetahui atau mendiagnosis masalah makan pada anak," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Cepat Mengusir Lalat yang Menyebalkan dari Rumah, Praktis Tanpa Ribet!

7 Cara Cepat Mengusir Lalat yang Menyebalkan dari Rumah, Praktis Tanpa Ribet!

Lifestyle | Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:36 WIB

7 Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan Tubuh, Diklaim Bantu Cegah Alzheimer

7 Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan Tubuh, Diklaim Bantu Cegah Alzheimer

Lifestyle | Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:26 WIB

Perbedaan Makanan Siap Saji dan Frozen Food versi BPOM RI

Perbedaan Makanan Siap Saji dan Frozen Food versi BPOM RI

Sumbar | Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

×