alexametrics

Ed Sheeran Umumkan Positif Covid-19 di Tengah Kasus Harian Inggris Naik Signifikan

Yasinta Rahmawati
Ed Sheeran Umumkan Positif Covid-19 di Tengah Kasus Harian Inggris Naik Signifikan
Ed Sheeran menyapa penonton dengan kalimat membanggakan: tampil di negara besar yang berbahasa beda dengannya [Dok. PK Entertainment, Sound Rhythm, AEG Presents].

Ed Sheeran dites positif Covid-19 bertepatan ketika Inggris mengalami lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Suara.com - Musisi asal Inggris Ed Sheeran mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19 pada Minggu (24/10/2021). Pria berusia 30 tahun tersebut mengumumkan lewat akun Instagram pribadinya, hanya beberapa hari sebelum tanggal perilisan album terbarunya.

Kabarnya, album keempatnya yang sangat dinanti berjudul "=" (baca: equals) akan diluncurkan pada hari Jumat. Album itu ia garap empat tahun setelah ia mulai merekamnya.

Selama menjalani isolasi, ia akan tetap melakukan interview dan pertunjukan dari rumah.

"Catatan singkat untuk memberi tahu Anda bahwa saya dengan sedih dites positif Covid, jadi saya sekarang mengasingkan diri dan mengikuti pedoman pemerintah," tulis Ed Sheeran di Instagram.

Baca Juga: Sudah Menyebar ke 11 Provinsi, Gelombang Baru Covid-19 Varian Delta Meluas di China

"Itu berarti bahwa saya sekarang tidak dapat melanjutkan dengan komitmen pribadi apa pun untuk saat ini, jadi saya akan melakukan sebanyak mungkin wawancara/pertunjukan yang direncanakan dari rumah saya. Permintaan maaf kepada siapa pun yang telah saya kecewakan."

Pelantun "Shape of You" tidak menyebut apakah ia sudah vaksinasi atau belum.

Ed Sheeran dites positif Covid-19 bertepatan ketika Inggris mengalami lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Mengutip BBC, kasus harian Covid-19 di Inggris terus meningkat, sekarang melewati 50.000 dan penerimaan di rumah sakit meningkat mendekati 1.000 per hari. Namun demikian jumlah kematian harian sedikit menurun.

Awal tahun 2021, Inggris melihat keberhasilan awal dengan upaya vaksinasi Covid-19, dan masyarakat membuka batasan kembali hampir sepenuhnya. Tapi sekarang, keinginan orang untuk menjalani hidup dan berbisnis dengan sedikit pembatasan, ditambah dengan berkurangnya kekebalan dari vaksin, telah memperumit pemulihan di Inggris.

Baca Juga: Anies, Mendagri hingga Ketua Satgas Covid-19 Digugat, Minta Aturan PPKM Dicabut

Komentar