Mengenal Toxic Positivity yang Berbahaya bagi Kesehatan Mental

Yasinta Rahmawati

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Mengenal Toxic Positivity yang Berbahaya bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi curhat ke teman.(Pexels.com/Liza Summer)

Suara.com - Setiap orang tentu pernah mengalami masa-masa sulit yang membuat sedih dan putus asa. Untuk menerima kondisi terpuruk tersebut memang tidak mudah. Namun menuntut diri untuk selalu melihat sisi positif juga bukanlah hal yang baik, bahkan bisa berubah menjadi toxic positivity.

Mengutip dari Live Strong, toxic positivity adalah gagasan bahwa pemikiran positif harus selalu disukai daripada emosi negatif.

"Ini adalah upaya aktif untuk mengabaikan atau mengesampingkan pikiran atau perasaan yang kurang menyenangkan seperti kemarahan, kesedihan atau frustrasi," kata uhee Jhalani, PhD , seorang psikolog klinis yang berbasis di New York City.

Tidak dapat disangkal, afirmasi positif seperti "jangan menyerah ya", "kamu harus bersyukur karena lebih beruntung" dan lainnya dapat memberikan kenyamanan dan harapan saat Anda sangat membutuhkannya.

Padahal, jika mempertahankan pola pikir positif ini secara terus menerus tak peduli seberapa berat situasi, bakal berpotensi merusak diri sendiri maupun orang lain.

Ilustrasi curhat (freepik.com/shurkin-son)
Ilustrasi curhat (freepik.com/shurkin-son)

Toxic positivity gagal mempertimbangkan kompleksitas kehidupan dan spektrum penuh emosi yang menyertainya, menurut Jhalani.

Sebab, toxic positivity terlalu menyederhanakan situasi, yang memandang bahwa kepositifan dapat memperbaiki apa pun yang salah dalam hidup seseorang. Dan dengan melakukan itu, justru dapat meminimalkan emosi seseorang yang sangat nyata dan menyakitkan.

Perlu dipahami bahwa toxic positivity berbeda dari optimisme.

Optimisme membuat seseorang berpegang pada realita, sedangkan toxic positivity memegang gagasan bahwa semuanya akan baik-baik saja, meski kenyataannya tidak.

baca juga

Kata Jhalani, toxic positivity menyangkal emosi gelap dan menumbuhkan optimisme yang dipaksakan. Sementara, optimisme yang penuh harapan dapat membantu kita menghadapi tantangan dan mengatasi peluang baru, sehingga mendorong kita untuk tumbuh dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

"Anda bisa menjadi realistis sambil tetap optimis," kata Jhalani. Dengan kata lain, orang yang optimis dapat memproses dan mengatasi perasaan sulit dan tetap mempertahankan pandangan yang umumnya penuh harapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Sisi Positif yang Bisa Diperoleh dari Sikap Overthinking

4 Sisi Positif yang Bisa Diperoleh dari Sikap Overthinking

Your Say | Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Begini Cara Mengendalikan Diri Agar Tidak Mudah Emosi

Begini Cara Mengendalikan Diri Agar Tidak Mudah Emosi

Lifestyle | Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:55 WIB

Viral Cowok Galau Pacaran Beda Agama, Keputusan Akhirnya Bikin Publik Emosi

Viral Cowok Galau Pacaran Beda Agama, Keputusan Akhirnya Bikin Publik Emosi

News | Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:23 WIB

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:12 WIB

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:10 WIB

×