Tidak Hanya Berdampak pada Kesehatan, Kurang Tidur Juga Memengaruhi Cara Anda Berjalan

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:30 WIB
Tidak Hanya Berdampak pada Kesehatan, Kurang Tidur Juga Memengaruhi Cara Anda Berjalan
Ilustrasi berjalan (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tidur memengaruhi segala macam aktivitas yang termasuk dalam kemampuan kognitif, termasuk cara berjalan.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di MIT dan Universitas Sao Paulo Brasil kepada mahasiswa yang secara sukarela menjadi subjek studi. Mereka menemukan bagaimana tidur memengaruhi bagaimana kita melangkah dan gaya berjalan.

Dalam percobaan treadmill ini, tim menemukan semakin sedikit jam tidur seseorang, semakin sedikit kontrol yang mereka miliki saat berjalan.

Untuk mahasiswa yang begadang semalaman sebelum tes, kontrol gaya berjalan mereka semakin menurun, lapor Medical Xpress.

Menariknya, mahasiswa yang tidak begadang semalaman sebelum tes, tetapi tetap memiliki waktu tidur tidak ideal dan mengganti waktu tidurnya di akhirnya pekan, memiliki kinerja yang lebih baik.

Ilustrasi berjalan (Shutterstock)

Dalam studi ini, tim memberi jam tangan kepada mahasiswa Universitas São Paulo yang menjadi peserta studi untuk melacak aktivitas mereka selama 14 hari.

Informasi ini memberi peneliti gambaran tentang kapan dan berapa lama siswa tidur dan aktif setiap hari.

Pada malam ke-13, sekelompok mahasiswa terjaga sepanjang malam. Peneliti menyebut kelompok ini sebagai Sleep Acute Deprivation, atau SAD.

Keeseokan paginya saat tes dilaksanakan, peserta berjalan di atas treadmill dengan kecepatan yang sama.

baca juga

Mereka diminta mengikuti irama dengan secara perlahan peneliti menaikkan dan menurunkan kecepatan metronom tanpa memberi tahu peserta.

Kamera diatur untuk menangkap cara para peserta berhalan, khususnya saat tumit menapak ke treadmill.

"Mereka harus menyinkronkan tumit dengan irama, dan kami menemukan banyak kesalahan pada orang yang kurang tidur akut. Mereka keluar dari ritme, mereka sering melewatkan bunyi bip," jelas penulis studi Forner-Cordero. Artinya, cara berjalan kelompok ini menjadi lebih lambat.

Mereka juga menemukan mahasiswa yang mengganti waktu kurang tidur mereka di akhir pekan berjalan lebih baik daripada kelompok SAD.

"Hasilnya menunjukkan bahwa gaya berjalan bukanlah proses ototmatis, dan dapat dipengaruhi oleh kurang tidur. Ada strategi untuk mengurangi efek kurang tidur. Idealnya, setiap orang harus tidur delapan jam semalam. Tapi jika tidak bisa, maka kita harus memberi kompensasi sebanyak dan sesering mungkin" tandas rekan peneliti Krebs.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Menstruasi Lebih Sakit dan Berat

Studi: Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Menstruasi Lebih Sakit dan Berat

Health | Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:08 WIB

Benarkah Kurang Tidur Bisa Mengecilkan Ukuran Testis, Ini Penjelasan Peneliti

Benarkah Kurang Tidur Bisa Mengecilkan Ukuran Testis, Ini Penjelasan Peneliti

Bekaci | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 15:26 WIB

Gawat! Selain Sperma Menurun, Kurang Tidur Bikin Testis Menyusut, Ini Bukti Ilmiahnya

Gawat! Selain Sperma Menurun, Kurang Tidur Bikin Testis Menyusut, Ini Bukti Ilmiahnya

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:05 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×