alexametrics

Hits: Menkes Sebut Tak Ada Subsidi Tes PCR, Hingga Gangguan Jiwa Akibat Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Hits: Menkes  Sebut Tak Ada Subsidi Tes PCR, Hingga Gangguan Jiwa Akibat Covid-19
Menkes Budi Gunadi Sadikin konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Kemenko Marves, Senin (13/9/2021). [Tangkapan layar]

Lima berita terpopuler di kanal health Suara.com.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tidak akan ada subsidi untuk harga tes PCR. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo sebelumnya ingin harga tes PCR di bawah Rp 300 ribu.

Sementara itu, dua orang remaja dikabarkan alami gangguan jiwa saat terinfeksi Covid-19. Ini karena otak mereka diserang antibodi jahat. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Tegas! Menkes Budi Gunadi Sadikin: Tidak Ada Wacana Subsidi Tes PCR Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / [Sekretariat Presiden]
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / [Sekretariat Presiden]

Menyusul polemik tes PCR untuk perjalanan udara dalam negeri kembali diberlakukan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak ada wacana subsidi tes PCR.

Baca Juga: Pemerintah Akan Suntik Vaksin Covid-19 ke Anak Usia di Bawah 12 Tahun Awal 2022

Wacana subsidi tidak dipikirkan permerintah, karena Menkes Budi mengklaim harga tes PCR di airport Indonesia sudah diturunkan.

Baca selengkapnya

2. Presiden Jokowi Ingin Tarif Tes PCR Turun Jadi Maksimal Rp300 Ribu, Mungkinkah?

Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Presiden Joko Widodo baru-baru ini menginstrinstruksikan agar tarif tes PCR bisa diturunkan hingga Rp 300 ribu. Hal itu disampaikan melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar

Instruksi tersebut menuai pro kontra di masyarakat. Sejumlah pakar menilai penerapan PCR bagi syarat perjalanan kurang bijak, meski tujuannya menekan kasus COVID-19. Pemerintah dinilai tidak konsisten dalam memberlakukan aturan untuk menekan angka penyebaran Covid-19, terutama terkait penetapan tarif Swab Test.

Baca Juga: Petisi Penolakan Tes PCR Penerbangan Sudah Capai 40 Ribu Tanda Tangan

Baca selengkapnya

3. Otak Diserang Antibodi Jahat, Dua Remaja Alami Gangguan Jiwa saat Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi antibodi jahat menyerang otak. (Elements Envato)
Ilustrasi antibodi jahat menyerang otak. (Elements Envato)

Peristiwa mengerikan dialami dua remaja San Francisco yang mengalami gangguan jiwa seperti paranoia, delusi, dan pikiran untuk bunuh diri selama terinfeksi Covid-19 gejala ringan.

Hal ini membuat para ilmuwan menduga jika antibodi jahat atau rogue antibodies keliru, bukannya menyerang virus corona namun malah menyerang otak remaja tersebut.

Baca selengkapnya

4. Peneliti Yakin Salah Satu Jenis Virus Influenza Telah Punah akibat Pandemi Covid-19

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun lalu, ternyata telah mengurangi kasus influenza pada musim flu 2020 hingga kini. Akibat sedikitnya kasus flu, ilmuwan menduga salah satu jenis virus influenza menjadi punah.

Influenza B/Yamagata merupakan salah satu dari empat jenis virus influenza yang sering menginfeksi manusia. Tetapi, tim peneliti Australia melaporkan bahwa virus tersebut telah 'hilang dari radar'.

Baca selengkapnya

5. Update Covid-19 Global: Korea Selatan Bersiap Hidup Normal

Ilustrasi Bersiap Hidup Normal. (Pexels)
Ilustrasi Bersiap Hidup Normal. (Pexels)

Update Covid-19 global menunjukkan pertambahan kasus baru sebanyak 325.830 dalam 24 jam terakhir. Di waktu yang sama, kematian bertambah 5.163 jiwa.

Akibat penambahan tersebut, total kasus Covid-19 secara global, kini tercatat 244,79 juta dengan kematian lebih dari 4,96 juta jiwa, mengutip data situs worldometers per Selasa (26/10) pukul 08.30 WIB.

Baca selengkapnya

Komentar