Peneliti Australia Ciptakan Patch Vaksin Bebas Jarum, Vaksinasi Tak Perlu Suntik Lagi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 02 November 2021 | 11:45 WIB
Peneliti Australia Ciptakan Patch Vaksin Bebas Jarum, Vaksinasi Tak Perlu Suntik Lagi
Penampakan patch vaksin (Vaxxas.com)

Suara.com - Perusahaan bioteknologi berbasis di Brisbane, Australia, bernama Vaxxas, akan meluncurkan uji klinis patch vaksin bebas jarum, memungkinkan orang mendapat vaksin Covid-19 tanpa harus disuntik.

Uji klinis ini baru dilakukan pada hewan oleh oleh peneliti dari Universitas Queensland, yang bermitra dengan Vaxxas.

Dalam pengujian ini, peneliti memberikan vaksin Hexapro pada tikus menggunakan patch bebas jarum dan menganalisisnya.

Hasilnya, lapor ABC Australia, patch vaksin bebas jarum ini dapat menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat dan lebih daripada jarum suntik.

Penampakan patch vaksin (Vaxxas.com)
Penampakan patch vaksin (Vaxxas.com)

"Anda mendapatkan kualitas respons imun yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan jarum suntik," jelas Kepala Perangkat Medis dan Proses Teknik Vaxxas, Michael Junger.

Ini terjadi karena patch vaksin memiliki microarray kepadatan tinggi. Patch vaksin akan ditempelkan pada kulit selama beberapa detik untuk 'menyalurkan' vaksin ke sel kekebalan tubuh yang berada tepat di bawah permukaan kulit secara lebih efisien.

Junger mengatakan ketika patch ini bekerja, rasanya seperti menjentikkan lengan dengan kuku.

"Ada sensasinya, sebab kami harus menempelkan patch berkecepatan tinggi menembus kulit dengan susunan yang begitu padat," sambungnya.

Penampakan patch vaksin (Vaxxas.com)
Penampakan patch vaksin (Vaxxas.com)

Ia melanjutkan, "Di situlah ada kepadatan sel kekebalan yang tinggi, jadi Anda menempatkan vaksin di mana sel benar-benar dapat memprosesnya (vaksin)."

Selanjutnya, peneliti berencana melakukan uji ccoba pada manusia pada pertengahan 2022.

Menurut pakar penyakit menular Universitas Griffith, Lara Herrero, teknologi patch vaksin ini cukup revolusioner untuk pengiriman vaksin ke seluruh dunia, karena tidak invasif dan memerlukan rantai dingin.

Selain itu, patch vaksin ini bisa digunakan pada siapa saja, termasuk pada orang atau anak yang fobia dengan jarum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Vaksinasi, Gerindra Sumsel Bagikan Paket Sembako kepada Peserta Vaksin

Gelar Vaksinasi, Gerindra Sumsel Bagikan Paket Sembako kepada Peserta Vaksin

Sumsel | Selasa, 02 November 2021 | 10:28 WIB

Aturan Terbaru Naik Pesawat: Penumpang Baru Vaksin Sekali Tetap Wajib Tes PCR

Aturan Terbaru Naik Pesawat: Penumpang Baru Vaksin Sekali Tetap Wajib Tes PCR

News | Selasa, 02 November 2021 | 09:41 WIB

Kampanye Sadar Vaksin di Pasaman Abai Prokes, Kasus Dugaan Korupsi KONI Padang Dikebut

Kampanye Sadar Vaksin di Pasaman Abai Prokes, Kasus Dugaan Korupsi KONI Padang Dikebut

Sumbar | Selasa, 02 November 2021 | 07:15 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB