Peneliti Temukan Antibodi yang Diprediksi Dapat Melawan Segala Infeksi Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 November 2021 | 16:41 WIB
Peneliti Temukan Antibodi yang Diprediksi Dapat Melawan Segala Infeksi Virus Corona
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Sekelompok peneliti dari Duke University dan University of North Carolina di Chapel Hill telah mengidentifikasi serta menguji antibodi yang dapat membatasi tingkat keparahan infeksi dari berbagai virus corona, termasuk SARS-CoV-2.

Antibodi itu diidentifikasi oleh tim di Duke Human Vaccine Institute (DHVI) dan diuji pada model hewan di UNC-Chapel Hill. Temuan ini terbit di jurnal Science Translational Medicine pada Selasa (2/11/2021).

Menurut penulis senior sekaligus Direktur DHVI, Barton Haynes, MD, antibodi ini berpotensi menjadi terapi pandemi saat ini.

"Ini juga bisa tersedia untuk wabah di masa depan, jika atau ketika virus corona jenis lain 'melompat' dari inang hewan alami mereka ke manusia," tutur Haynes, dilansir Medical Xpress.

Temuan antibodi ini adalah hasil analisis darah dari seorang penyintas infeksi SARS-CoV, virus corona yang menyebabkan SARS (infeksi pernapasan pada 2000-an silam), dan juga penyintas infeksi SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Peneliti mengidentifikasi lebih dari 1.700 antibodi yang menargetkan bagian pada virus corona yang sama sekali tidak berubah meski sudah bermutasi. Para peneliti berfokus pada antibodi ini, sebab berpotensi menjadi sangat efektif di berbagai garis keturunan virus.

Dari 1.700 antibodi lebih, para peneliti menemukan 50 antibodi yang memiliki kemampuan mengikat, baik virus SARS-CoV maupun SARS-CoV-2. Bahkan, salah satu antibodi pengikat silang ini sangat kuat, yang mampu mengikat banyak jenis virus corona, termasuk pada hewan.

"Akibatnya, ini dapat menetralkan berbagai virus corona," kata Haynes.

Lalu, tim peneliti dari UNC menguji antibodi pada tikus untuk menentukan apakan itu efektif menahan infeksi, atau meminimalkan infeksi yang terjadi.

baca juga

Peneliti menemukan antibodi tersebut dapat melakukan keduanya. Ketika diberikan sebelum hewan terinfeksi, antibodi dapat melindungi tikus dari SARS, Covid-19 dan varian virus corona lain, seperti Delta.

"Temuan ini memberikan template untuk desain rasional strategi vaksin universal yang tahan varian dan memberikan perlindungan luas dari virus corona," jelas pemimpin penulis senior Ralph S. Baric dari UNC.

Sementara itu, antibodi dapat mengurangi gejala yang parah saat antibodi diberikan setelah tikus terinfeksi.

"Bahkan, aktivitas terapeutik setelah tikus terinfeksi menunjukkan bahwa ini bisa menjadi pengobatan yang digunakan dalam pandemi saat ini," jelas peneliti David Martinez, Ph.D, dari UNC.

Menurutnya, antibodi ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah kemungkinan SARS-CoV-3 atau SARS-CoV-4.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Antibodi Alami Virus Corona Covid-19 Lebih Lemah dari Vaksinasi

CDC: Antibodi Alami Virus Corona Covid-19 Lebih Lemah dari Vaksinasi

Health | Rabu, 03 November 2021 | 15:42 WIB

Studi: Antibodi Alami dari Infeksi Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan 10 Bulan

Studi: Antibodi Alami dari Infeksi Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan 10 Bulan

Health | Rabu, 03 November 2021 | 07:35 WIB

Benarkah Virus Corona Sebabkan Hilangnya Indra Perasa Secara Permanen?

Benarkah Virus Corona Sebabkan Hilangnya Indra Perasa Secara Permanen?

Health | Senin, 01 November 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×