Ilmuwan Temukan Gen yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 08 November 2021 | 08:25 WIB
Ilmuwan Temukan Gen yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Ilmuwan Inggris telah menemukan versi gen yang bisa meningkatkan risiko gagal paru-paru dan kematian akibat virus corona Covid-19 hingga 2 kali lipat.

Para peneliti di Universitas Oxford ini mengumumkan penemuan mereka pada beberapa hari lalu. Mereka mengatakan bahwa beberapa orang lebih rentan mengalami infeksi parah virus corona Covid-19 daripada lainnya.

Penemuan ini juga bisa menjadi acuan pengembangan perawatan medis dan obat-obatan yang lebih tepat pada setiap pasien virus corona Covid-19.

Menurut penelitian, respons paru-paru yang baik sangat penting dalam melawan virus corona Covid-19 dari dalam tubuh.

"Temuan ini termasuk yang sangat sulit diselesaikan, karena sinyak genetik yang diidentifikasi sebelumnya mempengaruhi genom," kata Jim Hughes, profesor regulasi gen dan co-lead dikutip dari Fox News.

Jim Hughes menjelaskan bahwa peningkatan risiko bukan karena perbedaan pengkodean gen untuk protein, tetapi perbedaan DNA yang membuat gen itu hidup.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

"Jadi, sangat jauh lebih sulit untuk mendeteksi gen yang dipengaruhi oleh efek peralihan tidak langsung seperti ini," katanya.

Menurutnya, sekitar 60 persen orang keturunan Asia Selatan membawa varian gen yang meningkatkan risiko kematian akibat virus corona Covid-19 2 kali lipat tersebut. Hal ini mungkin bisa menjelaskan penyebab beberapa wilayah memiliki kasus kematian akibat virus corona Covid-19 lebih tinggi.

Sementara itu, hanya sekitar 15 persen orang keturunan Eropa yang membawa varian gen tersebut dan hanya 2 persen orang keturunan Afro-Karibia yang memiliki gen tersebut.

Dalam Penelitian ini, tim peneliti menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menyisir database sampel genetik dari ratusan jenis sel. Kemudian, beberapa gen lainnya juga dicurigai bisa meningkatkan risiko kematian akibat virus corona Covid-19.

Adapun gen yang relatif belum dipejari adalah LZTFL1. Dr Damien Downes, mengatakan gen tersebut mencegah sel-sel yang melapisi saluran Udara dan paru-paru untuk merespons virus dengan baik.

Tetapi, gen ini tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Artinya, orang yang membawa gen ini harus merespons suntikan vaksin Covid-19 secara normal.

Meskipun seseorang tidak bisa mengubah genetika dalam tubuhnya. Tapi, peneliti mengatakan orang-orang dengan gen berisiko tinggi ini harus mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

"Karena, sinyal genetik mereka lebih mempengaruhi paru-paru daripada sistem kekebalan tubuhnya. Artinya, peningkatan risiko ini harus ditekan dengan suntik vaksin Covid-19," kata James Davis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berpergian Naik Pesawat, Ini Pilihan Masker yang Efektif dan Aman!

Berpergian Naik Pesawat, Ini Pilihan Masker yang Efektif dan Aman!

Health | Minggu, 07 November 2021 | 17:43 WIB

Peneliti dari Universitas Cambridge Yakin Telah Menemukan Cara Mengatasi Obesitas via Gen

Peneliti dari Universitas Cambridge Yakin Telah Menemukan Cara Mengatasi Obesitas via Gen

Health | Sabtu, 06 November 2021 | 12:56 WIB

Generasi Milenial dan Gen Z Disebut Lebih PIlih Menabung Emas, Apa Alasannya?

Generasi Milenial dan Gen Z Disebut Lebih PIlih Menabung Emas, Apa Alasannya?

Lifestyle | Jum'at, 05 November 2021 | 17:20 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB