Suara.com - Prediksi adanya lonjakan kasus COVID-19 usai libura Nataru (libur Natal dan Tahun Baru) mendapat perhatian serius dari Satgas COVID-19.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa meski saat ini kasus COVID-19 masih terkendali, lonjakan kasus tetap bisa terjadi jika masyarakat abai dengan protokol kesehatan.
"Untuk itu bijaknya kita menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan malah sebaliknya bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh Kementerian/ lembaga dan juga oleh DPR," tutur Wiku seperti dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.
Belajar dari pengalaman libur panjang selama 2 tahun terakhir, maka terlihat bahwa kelalaian protokol kesehatan atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus.

Untuk itu terdapat 5 hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022. Apa saja?
1. Menjalankan protokol kesehatan 3M secara konsisten
Protokol kesehatan 3M wajib dilakukan secara disiplin dan tidak terpisah-pisah dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiganya harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan COVID-19.
Selain itu yang protokol kesehatan harus diterapkan dimanapun dan kapanpun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan.
2. Menyegerakan vaksinasi COVID-19
Vaksinasi COVID-19 adalah tanggungjawab dalam melindungi masyarakat lain yang rentan. Dengan segera divaksin, orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu.
Sehingga dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah.
3. Inisiatif melakukan testing
Inisiatif melakukan testing atau pengobatan COVID-19 jika merasakan gejala mirip COVID-19 penting untuk bertujuan mencegah penularan.
Dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula.
4. Ketahui risiko penularan sebelum berkegiatan