Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Cobalah Ikuti Pola Makan Sehat Ini

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 11 November 2021 | 11:50 WIB
Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Cobalah Ikuti Pola Makan Sehat Ini
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang bisa meningkatkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung dan stroke. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala apapun.

Meskipun kebanyakan orang mengalami tekanan darah tinggi karena pola makan, gaya hidup atau kondisi medis. Tapi, ada beberapa hal yang bisa membantu menurunkan tekanan darah Anda.

NHS mengatakan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat bisa membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan menurunkan tekanan darah tinggi Anda.

Badan kesehatan itu juga telah menguraikan beberapa perubahan gaya hidup lain yang bisa membantu mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Anda harus mengurangi asupan garam dalam makanan dan menjalani pola makan sehat, hindari minuman beralkohol, menurunkan berat badan, mengurangi kafein dan berhenti merokok.

Tekanan darah tinggi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi (Pixabay/McRonny)

National Institutes of Health dilansir dari Express, mengatakan bahwa Anda bisa mengikuti pola makan khusus penderita hipertensi. Anda bisa mengonsumsi daging tanpa lemak, ungags dan ikan 2 porsi atau lebih setiap hari.

Setiap porsinya, cukup 3 ons daging tanpa lemak yang dimasak, ungags tanpa kulit atau ikan untuk dikonsumsi 2 kali sehari.

Pola makan khusus penderita tekanan darah tinggi juga mencakup biji-bijian, ungags, ikan dan kacang-kacangan. Makanan tinggi potassium, kalsium, magnesium, protein dan serat, serta makanan rendah garam dan sodium juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi mungkin juga perlu minum obat. Jika tekanan darah Anda terlalu tinggi, kondisi ini bisa memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah, jantung dan organ lain, seperti otak, ginjal dan mata.

Dalam sekitar 1 dari 20 kasus, NHS mengatakan tekanan darah tinggi terjadi sebagai akibat dari kondisi kesehatan yang mendasarinya atau minum obat tertentu. Jika Anda berusia di atas 40 tahun, NHS mengatakan Anda harus memeriksakannya setiap lima tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Selalu Menyehatkan, Simak 5 Mitos Vegan dan Vegetarian yang Sering Diyakini

Tidak Selalu Menyehatkan, Simak 5 Mitos Vegan dan Vegetarian yang Sering Diyakini

Health | Rabu, 10 November 2021 | 13:43 WIB

Naik Tangga, Olahraga Ringan yang Bisa Kontrol Tekanan Darah Tinggi

Naik Tangga, Olahraga Ringan yang Bisa Kontrol Tekanan Darah Tinggi

Sumbar | Senin, 08 November 2021 | 11:15 WIB

Jaga Nutrisi selama Kehamilan, Jangan Lupa Konsumsi Ini Setiap Kali Makan!

Jaga Nutrisi selama Kehamilan, Jangan Lupa Konsumsi Ini Setiap Kali Makan!

Health | Senin, 08 November 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB