Obat Penyakit Mental Standar Dinilai Bekerja Lambat, Ilmuwan Rekomendasikan Psikedelik

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 20 November 2021 | 13:56 WIB
Obat Penyakit Mental Standar Dinilai Bekerja Lambat, Ilmuwan Rekomendasikan Psikedelik
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Suara.com - Menurut National Alliance of Mental Health, perawatan standar untuk penyakit mental bekerja secara lambat dan menyebabkan efek samping.

Dari masalah tersebut, seorang Profesor Teknik Kimia Fred W. Bull di College of Engineering, Chang Lu, dan rekannya di Virginia Commonwealth University mempelajari efek psikedelik menggunakan teknologi yang dikembangkan labnya pada 2015.

Temuan mereka menunjukkan bagaimana zat psikedelik seperti psilocybin, mescaline, LSD, dan obat serupa dapat meredakan gejala kecanduan, kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca-trauma.

Medical Xpress melaporkan bahwa tampaknya obat-obatan tersebut bekerja lebih cepat dan bertahan lebih lama dari obat-obatan penyakit mental yang ada saat ini. Efek sampingnya pun lebih sedikit.

Riset ini bergantung pada analisis genomik Lu. Prosesnya memungkinkannya menggunakan sampel jaringan yang sangat kecil, dari ratusan hingga ribuan sel, dan menarik kesimpulan dari hasilnya.

Ilustrasi obat terlarang (Szymon Shields /Pexels).
Ilustrasi obat psikedelik (Szymon Shields /Pexels).

Lu juga menggunakan sejumlah kecil bahan dari wilayah tertentu di otak tikus, dan melihat efek psikedelik pada jaringan otak sangat penting.

Dalam studi ini, Lu menggunakan obat psikedelik 2,5-dimethoxy-4-iodoamphetamine atau DOI, obat yang mirip dengan LSD. Mereka memberikannya kepada tikus yang telah dilatih untuk takut pada pemicu tertentu.

Kemudian, Lu menganalisis sampel sampel otak untuk melihat perubahan epigenom dan ekspresi gen.

Mereka menemukan, variasi epigenomik umumnya lebih tahan lama daripada perubahan ekspresi gen, sehingga lebih mungkin terkait dengan efek jangka panjang dari psikedelik.

baca juga

Setelah satu dosis DOI, tikus yang bereaksi terhadap pemicu ketakutan tidak lagi meresponsnya dengan perilaku cemas. Otak tikus juga menunjukkan adanya efek baik, setelah zat itu tidak lagi terdeteksi di jaringan.

"Ini adalah perkembangan yang penuh harapan bagi penderita penyakit mental dan orang-orang yang mencintai mereka," jelas Lu.

Namun, riset tentang psikedelik ini masih dalam tahap awal. Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan sebelum psikedelik digunakan sebagai obat secara luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Menjalin Hubungan, Pastikan Kamu Memperhatikan Kesejahteraan Mental Diri Sendiri

Sebelum Menjalin Hubungan, Pastikan Kamu Memperhatikan Kesejahteraan Mental Diri Sendiri

Lifestyle | Kamis, 18 November 2021 | 19:46 WIB

Waspadai Cemas karena Pandemi, MSF Luncurkan Buku Gratis Tentang Kesehatan Mental

Waspadai Cemas karena Pandemi, MSF Luncurkan Buku Gratis Tentang Kesehatan Mental

Health | Rabu, 17 November 2021 | 21:15 WIB

Pertama Kali, Obat Psikedelik Diuji Coba sebagai Pengobatan Depresi

Pertama Kali, Obat Psikedelik Diuji Coba sebagai Pengobatan Depresi

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 09:28 WIB

Terkini

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

×