Bikin Tak Puas di Ranjang, Ini Beda Disfungsi Ereksi dengan Ejakulasi Dini

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 24 November 2021 | 21:30 WIB
Bikin Tak Puas di Ranjang, Ini Beda Disfungsi Ereksi dengan Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini. [shutterstock]

Suara.com - Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini kerap jadi masalah utama yang dialami lelaki saat berhubungan seksual. Alhasil hubungan intim tidak bisa mencapai klimaks, dan kepuasan berkurang.

Tapi sayangnya, sangat sedikit yang tahu perbedaan antara disfungsi ereksi dan ejakulasi dini atau prematur ejakulasi.

Dijelaskan Spesialis Urologi, dr. Taufik Rakhman Taher, Sp. U, meski sama-sama menganggu aktivitas seksual, tapi keduanya berbeda.

"Jadi kalau misalnya pada disfungsi ereksi saat dia sudah ereksi, begitu dia penetrasi belum sampai orgasme dia sudah lemas," ujar dr. Taufik dalam acara diskusi RS Eka Hospital Group dan SehatQ, Rabu (24/11/2021).

ejakulasi dini. (Shutterstock)

Sehingga pada disfungsi ereksi, penis memang berhasil menegang dan bisa masuk ke lubang vagina, tapi tidak bisa memberikan kepuasan untuk diri sendiri maupun pasangan, karena keduanya belum sampai klimas tapi penis sudah berhenti ereksi.

"Sedangkan pada prematur ejakulasi, ereksi bisa sampai klimaks tapi waktunya lebih sebentar," tutur dr. Taufik.

Prematur ejakulasi atau ejakulasi dini ini, karena sudah berhasil klimaks tapi setelahnya ereksi penis tidak bertahan lama, dan kerap membuat pasangan tidak terpuaskan.

Kedua masalah ini jika terjadi terus menerus tidak hanya menyulitkan pasangan untuk memiliki keturunan. Bahkan jika dibiarkan akan timbulkan rasa kecewa pada pasangan, dan menganggu keharmonisan rumah tangga.

Untuk mengatasi hal tersebut, dokter yang berpraktik di RS Eka Hospital BSD, Tangerang itu mengingatkan untuk menjalani pola hidup sehat, rajin berolahraga dan makan makanan bernutrisi.

baca juga

Karena dua masalah ini tidak hanya disebabkan masalah biologis atau tubuh, tapi juga bisa disebabkan masalah psikologis maka sebaiknya segera mendapat penanganan jika memiliki masalah mental.

"Kalau dari kedoktetan, untuk supaya lama di ranjang pertama ada latihannya, kedua pakai obat, ketiga ada topikal krim, yaitu penis dibuat baal. Jadi tidak terlalu terstimuli, jadi berhubungan di ranjang lebih lama," pungkas dr. Taufik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibanding Generasi Milenial, Gen Z Berpikir Ukuran Mr P Penting untuk Kepuasan Seksual

Dibanding Generasi Milenial, Gen Z Berpikir Ukuran Mr P Penting untuk Kepuasan Seksual

Health | Selasa, 23 November 2021 | 19:55 WIB

Bolehkah Berhubungan Seks Setelah Suntik Vaksin Covid-19? Ini Saran Ahli!

Bolehkah Berhubungan Seks Setelah Suntik Vaksin Covid-19? Ini Saran Ahli!

Health | Selasa, 23 November 2021 | 19:00 WIB

Predator Seks Anak Marak di Padang, Gadis 16 Tahun di Bukittinggi Dijual Rp 1,2 Juta

Predator Seks Anak Marak di Padang, Gadis 16 Tahun di Bukittinggi Dijual Rp 1,2 Juta

Sumbar | Selasa, 23 November 2021 | 05:15 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×